4 Desa Terbersih di Indonesia yang Wajib Dikunjungi Selain Desa Panglipuran Bali
- https://www.vecteezy.com/photo/68678865-woman-in-traditional-clothing-standing-between-two-toraja-traditional-houses
Wisata, VIVA Banyuwangi – Bukan rahasia lagi bahwa Desa Panglipuran yang terletak di Kabupaten Bangli, Provinsi telah terkenal sebagai salah satu desa terbersih di Indonesia, bahkan mendapat pengakuan internasional.
Namun, tahukah Anda bahwa masih ada desa lain di Indonesia yang tak kalah rapi, asri, dan memesona? Dari lingkungan yang terawat hingga kehidupan masyarakat yang harmonis dengan alam, desa-desa ini menawarkan pengalaman wisata unik yang menenangkan sekaligus edukatif. Berikut empat desa terbersih di Indonesia selain Panglipuran yang wajib masuk daftar kunjungan Anda
1. Desa Wae Rebo, Nusa Tenggara Timur
Wae Rebo, atau Waerebo, adalah desa adat terpencil di Kabupaten Manggarai, Nusa Tenggara Timur, yang terletak di ketinggian sekitar 1.200 meter di atas permukaan laut. Desa ini hanya memiliki tujuh rumah utama bernama Mbaru Niang, yang telah berdiri sekitar 1.200 tahun. Selain keindahan alam dan arsitektur rumah adatnya, Wae Rebo menawarkan pengalaman budaya autentik, di mana masyarakat tetap mempertahankan tradisi leluhur. Pada Agustus 2012, UNESCO mengakui desa ini sebagai Warisan Budaya Dunia. Wisatawan dapat merasakan ketenangan, belajar kearifan lokal, dan menikmati markisa lokal yang menyegarkan, menjadikan kunjungan ke Wae Rebo tak terlupakan.
2. Desa Taman Sari, Banyuwangi
Berada di Kecamatan Licin, Kabupaten Banyuwangi, Provinsi Jawa Timur, Desa Taman Sari dikenal sebagai Desa Wisata berbasis Smart Kampung sejak 2016. Berbagai potensi dan pencapaian membuatnya kerap dijadikan lokasi studi banding dan desa percontohan. Desa ini juga menjadi pintu gerbang utama menuju Kawah Ijen, destinasi geowisata unggulan Indonesia dengan fenomena Blue Fire dan danau kawah asam terbesar di dunia. Terletak di ketinggian 400–1.000 mdpl, desa ini menawarkan udara sejuk, hamparan kebun kopi rakyat, serta hutan lindung yang terjaga. Selain itu, Taman Sari juga berkembang sebagai pusat ekowisata dan wisata budaya yang memadukan keindahan alam dengan kearifan lokal masyarakat Osing, suku asli Banyuwangi. Kesenian tradisional, kuliner khas, hingga ritual turun-temurun menjadikan desa ini bukan hanya tempat menikmati panorama, tetapi juga ruang belajar tentang nilai-nilai lokal, harmoni dengan alam, dan identitas budaya.