7 Cara Menghadapi Avoidant Attacment agar Hubungan Lebih Sehat

Memberi suasana nyaman pada pasangan avoidant
Sumber :
  • https://id.pinterest.com/pin/350788258495523778/

Viva Banyuwangi – Memiliki pasangan avoidant attacment memang membutuhkan kesabaran ekstra, sebab tidak menyukai kedekatan emosional maupun keintiman. Meski terlihat sulit dipahami, namun avoidant tetap bisa menjalani hubungan sehat jika mengetahui cara menghadapinya

Jika ingin hubungan yang lebih sehat dan searah, pasangan perlu menghadapinya dengan bijak. Berikut adalah beberapa hal yang bisa dilakukan untuk menghadapi pasangan dengan karakter avoidant attacment.

1.     Memberi Ruang untuk Sendiri

Avoidant attacment relationship menghargai ruang personal dan bisa mengatur batasan pasangan. Seorang dengan kepribadian ini membutuhkan waktu sendiri untuk mengolah emosi dan menjaga keseimbangan diri agar merasa lebih aman dan nyaman.

Tidak perlu merasa diabaikan, sebab memberikan ruang dengan orang avoidant justru akan membangun kedekatan emosional secara perlahan. Biarkan pasangan melakukan hobi untuk membantu pasangan merasa lebih diterima.

2.     Hindari Komunikasi Konfrontatif

Seorang dengan avoidant attacment style akan merasa tidak aman dengan konfrontasi maupun tuntutan emosional secara langsung. Sangat penting menggunakan pendekatan lembut saat menyampaikan sesuatu sehingga pasangan merasa dihargai dan tidak terpojok.

3.     Ciptakan Suasana Nyaman

Jika memiliki pasangan seorang avoidant, maka sangat penting untuk memahami sudut pandangnya. Pribadi avoidant lebih nyaman dengan dirinya lebih dahulu, setelah itu baru meningkatkan komunikasi dan keintiman bersama pasangan.

Pasangan harus bisa memberikan rasa aman pada orang dengan avoidant attacment personality dengan menerima apa adanya. Suasana yang nyaman tanpa merasa dipojokkan akan membuat sikap avoidant berubah seiring berjalannya waktu.

4.     Konsisten Membangun Kepercayaan

Seorang dengan pribadi avoidant membutuhkan waktu yang lama untuk mempercayai orang lain dan mulai membuka diri. Oleh sebab itu, pasangan harus membangun kepercayaan dan konsisten, baik berupa tindakan maupun ucapan.

Jika seorang avoidant sudah mulai membuka diri seperti lebih banyak cerita dan menunjukkan emosi, berikan apresiasi tapi tidak perlu berlebihan. Apresiasi sederhana saja sudah cukup membuat avoidant merasa dihargai dan tidak tertekan.

5.     Jadi Pendengar yang Baik

Cara menghadapi avoidant attacment selanjutnya adalah menjadi pendengar yang baik tanpa memberi tekanan dan menghakimi. Umumnya, orang dengan tipe ini memiliki pengalaman masa lalu yang tidak didengar dan sulit mengekspresikan apa yang sedang dirasakan.

6.     Validasi Perasaan Pasangan

Seorang avoidant memiliki luka di masa lalu sehingga memberikan dampak pada hubungan sekarang. Orang dengan tipe ini cukup sulit mengutarakan kebutuhan dan perasaannya, sehingga pasangan perlu memberikan validasi terhadap hal tersebut.

Sebenarnya pasangan tidak perlu harus selalu setuju dengan apa yang pasangan avoidant rasakan. Hanya saja, penting untuk menerima bahwa perasaan pasangan sama validnya dengan perasaan sendiri.

7.     Jaga Emosi dan Merawat Diri Sendiri

Menghadapi pasangan avoidant memang perlu kesabaran, namun penting juga untuk memperhatikan kebutuhan emosional sendiri. Jangan sampai terlalu fokus memperhatikan pasangan hingga melupakan diri sendiri.

Buat batasan yang sehat dalam hubungan dan mengambil waktu untuk diri sendiri jika sudah merasa lelah. Pastikan tidak hanya memperhatikan kebutuhan pasangan, namun juga perlu merawat diri, mencari kebahagiaan sendiri, juga merasa dihargai dalam hubungan.

Memiliki pasangan yang avoidant membutuhkan kesabaran ekstra agar hubungan menjadi lebih sehat. Oleh sebab itu, penting mengetahui cara menghadapi pribadi avoidant tanpa melupakan kebutuhan diri sendiri.