7 Ciri Avoidant Attachment Perlu Dihindari dalam Hubungan
- https://id.pinterest.com/pin/309763280637844616/
Viva Banyuwangi – Avoidant attacment adalah gaya keterikatan seseorang yang cenderung menghindari kedekatan emosional dan tidak suka keintiman. Seseorang dengan lifestyle ini terlihat mandiri, namun sebenarnya memiliki ketakutan pada kedekatan maupun ketergantungan.
Sangat penting mengetahui ciri-ciri avoidant attacment sebelum menjalin hubungan, sebab lifestyle ini bisa mempengaruhi hubungan. Berikut adalah beberapa ciri seseorang memiliki gaya avoidant attacment yang perlu diketahui.
1. Tidak Nyaman dengan Kedekatan Emosional
Seseorang dengan ciri avoidant attacment kesulitan untuk dekat dan percaya pada orang lain. Ada cukup banyak pertimbangan maupun konsekuensi yang dihadapi sehingga dapat diterima oleh dirinya sendiri maupun pasangannya.
Seseorang dengan gaya keterikatan ini tidak nyaman dan berusaha menarik diri jika ada yang berusaha mendekati secara emosional. Meski demikian, seorang avoidant sebenarnya bisa menyayangi pasangannya, namun perlu waktu dan usaha kedua pihak agar hubungan berhasil.
2. Tidak Menyukai Keintiman
Seorang dengan avoidant attacment style biasanya tidak suka keintiman seperti kontak fisik dan menghindari kontak mata. Avoidant juga biasanya tidak suka dan merasa perlu menjauh dari orang lain, termasuk pasangan yang mengungkapkan kebutuhannya pada mereka.
3. Tidak Mau Mengekspresikan Perasaan
Ada beberapa faktor yang menyebabkan seseorang memiliki avoidant attacment personality bisa, salah satunya terbiasa dengan penolakan terhadap emosinya. Hal ini akhirnya berdampak pada sikap menutup diri dan sulit mengekspresikan perasaan.
Avoidant selalu memiliki pikiran negatif sehingga merasa takut menunjukkan perasaannya dan memilih menutup hati. Hal ini pada akhirnya membuat orang dengan gaya keterikanan ini kesulitan untuk percaya dan mengandalkan orang lain.
Meskipun terkadang tertutup, tidak nyaman dengan emosi sendiri dan sulit dimengerti, namun avoidant juga bisa luluh seiring berjalannya waktu. Pasangan perlu memberikan keyakinan sehingga muncul rasa percaya dan keterbukaan hati.
4. Tidak Mau Begantung dengan Orang Lain
Seorang avoidant memiliki kebiasaan untuk mandiri dalam berbagai hal dan mengupayakan semuanya sendirian. Sifat tidak mau bergantung pada orang lain ini justru yang pada akhirnya memunculkan permasalahan dalam menjalin hubungan.
Saat terjadi konflik, avoidant akan lebih memilih menjauh dan mencari jalan keluar sendiri daripada menyelesaikan dengan pasangan dengan bertukar pikiran. Padahal avoidant attacment relationship ini bisa menimbulkan kesalahpahaman terhadap pasangan.