7 Cara Menghadapi Avoidant Attacment agar Hubungan Lebih Sehat

Memberi suasana nyaman pada pasangan avoidant
Sumber :
  • https://id.pinterest.com/pin/350788258495523778/

Viva Banyuwangi – Memiliki pasangan avoidant attacment memang membutuhkan kesabaran ekstra, sebab tidak menyukai kedekatan emosional maupun keintiman. Meski terlihat sulit dipahami, namun avoidant tetap bisa menjalani hubungan sehat jika mengetahui cara menghadapinya

img_title 7 Ciri Avoidant Attachment Perlu Dihindari dalam Hubungan

Jika ingin hubungan yang lebih sehat dan searah, pasangan perlu menghadapinya dengan bijak. Berikut adalah beberapa hal yang bisa dilakukan untuk menghadapi pasangan dengan karakter avoidant attacment.

img_title Rekomendasi Drakor Komedi Terlucu untuk Penghilang Stres Setelah Kerja

1.     Memberi Ruang untuk Sendiri

Avoidant attacment relationship menghargai ruang personal dan bisa mengatur batasan pasangan. Seorang dengan kepribadian ini membutuhkan waktu sendiri untuk mengolah emosi dan menjaga keseimbangan diri agar merasa lebih aman dan nyaman.

img_title 10 Rekomendasi Drakor Romantis Rating Tertinggi di Netflix yang Bikin Baper

Tidak perlu merasa diabaikan, sebab memberikan ruang dengan orang avoidant justru akan membangun kedekatan emosional secara perlahan. Biarkan pasangan melakukan hobi untuk membantu pasangan merasa lebih diterima.

2.     Hindari Komunikasi Konfrontatif

Seorang dengan avoidant attacment style akan merasa tidak aman dengan konfrontasi maupun tuntutan emosional secara langsung. Sangat penting menggunakan pendekatan lembut saat menyampaikan sesuatu sehingga pasangan merasa dihargai dan tidak terpojok.

3.     Ciptakan Suasana Nyaman

Jika memiliki pasangan seorang avoidant, maka sangat penting untuk memahami sudut pandangnya. Pribadi avoidant lebih nyaman dengan dirinya lebih dahulu, setelah itu baru meningkatkan komunikasi dan keintiman bersama pasangan.

Pasangan harus bisa memberikan rasa aman pada orang dengan avoidant attacment personality dengan menerima apa adanya. Suasana yang nyaman tanpa merasa dipojokkan akan membuat sikap avoidant berubah seiring berjalannya waktu.

4.     Konsisten Membangun Kepercayaan

Seorang dengan pribadi avoidant membutuhkan waktu yang lama untuk mempercayai orang lain dan mulai membuka diri. Oleh sebab itu, pasangan harus membangun kepercayaan dan konsisten, baik berupa tindakan maupun ucapan.

Jika seorang avoidant sudah mulai membuka diri seperti lebih banyak cerita dan menunjukkan emosi, berikan apresiasi tapi tidak perlu berlebihan. Apresiasi sederhana saja sudah cukup membuat avoidant merasa dihargai dan tidak tertekan.

5.     Jadi Pendengar yang Baik

Cara menghadapi avoidant attacment selanjutnya adalah menjadi pendengar yang baik tanpa memberi tekanan dan menghakimi. Umumnya, orang dengan tipe ini memiliki pengalaman masa lalu yang tidak didengar dan sulit mengekspresikan apa yang sedang dirasakan.

Halaman Selanjutnya
img_title