4 Tips Mengatasi Gampang Baper dan Tersinggung

Mudah tersinggung membuatmu susah berkembang dan kesepian
Sumber :
  • https://pixabay.com/id/illustrations/remaja-tangga-duduk-sedih-pria-8656620/

Gaya Hidup, VIVA Banyuwangi – Pernahkah kamu merasa tiba-tiba emosi hanya karena ucapan teman? Padahal mungkin mereka hanya bercanda. Rasanya sakit, seperti luka lama yang disentuh lagi.

Ternyata gampang tersinggung itu bukan hanya soal ucapan orang, tetapi lebih ke “harga diri yang rapuh dan luka batin yang belum sembuh.” Perasaan ini muncul karena ada bagian dalam dirimu yang merasa belum aman.

Ketika seseorang mengkritik, kamu langsung merasa diserang. Kamu jadi overthingking dan menganggap semua masukan sebagai serangan pribadi. Hal ini juga dapat menghambatmu untuk berkembang.

Tapi tenang ya, menurut Salsa Erwina Hutagalung di Instagram, kamu dapat mengatasinya. Cobalah untuk:

1. Mengenali Emosimu

Sebelum bereaksi, tanyakan pada diri sendiri, “Kenapa ya aku merasa begini?”

Contoh: Saat teman mengomentari gambarmu dengan “Kok warnanya norak?”, jangan langsung marah. Ambil napas, lalu tanyakan pada dirimu, “Kenapa aku merasa komentar ini menyakitkan? Apa aku sebenarnya merasa tidak percaya diri dengan karyaku sendiri?”

2. Melihat ke Dalam Diri

Beranilah menyembunyikan luka masa lalu. Hal ini dapat kamu lakukan lewat journaling atau terapi.

Contoh: Dahulu orang tuamu selalu menuntutmu untuk sempurna. Sekarang setiap kali atasanmu memberi revisi, kamu merasa gagal total. Cobalah menulis di jurnal, “Aku merasa tidak cukup baik karena aku gagal memenuhi ekspetasi orang tuaku. Kritik dari atasan ini memicu rasa sakit itu.” Dengan begitu, kamu bisa membedakan mana kritik saat ini dan mana luka dari masa lalu.

3. Memilih Siapa yang Didengar

Dengarkan orang yang kamu hormati dan peduli padamu, bukan yang iri hati.

Contoh: Ada dua teman yang mengkritik presentasimu. Teman pertama adalah senior yang sukses dan sering membimbingmu dengan tulus. Teman kedua adalah rekan yang selalu iri dengan pencapaianmu. Dengarkan masukan dari senior dan abaikan komentar dari rekanmu yang hanya ingin menjatuhkanmu.

4. Belajar Memfilter

Tidak semua kritik harus ditelan mentah-mentah. Bedakan antara kritik yang membangun dengan serangan pribadi.

Contoh: Seseorang berkata, “Tulisannya terlalu bertele-tele, poin utamanya tidak jelas.” Ini adalah kritik yang membangun. Namun jika seseorang berkata, “Kamu memang bodoh, tulisanmu jelek banget,” nah ini serangan pribadi.