Program Gemarikan Dinas Perikanan dan Kelautan Cegah Stunting

Kampanye gemar ikan cegah stunting
Sumber :
  • Screenshot Sosmed/ VIVA Banyuwangi

Lumajang, VIVA Banyuwangi –Dalam rangka penanganan stunting dan kerawanan pangan di Kabupaten Lumajang, Dinas Perikanan dan Kelautan Kabupaten Lumajang mengadakan Kegiatan Kampanye Gerakan Memasyarakatkan Makan Ikan (GEMARIKAN) sejak Tahun 2021 lalu.

Program Gemarikan ini, kata Kepala Dinas Perikanan dan Kelautan Kabupaten Lumajang, Agus Widiarto, disokong oleh sejumlah lokasi Balai Benih Ikan (BBI) yang berada menyebar di Kabupaten Lumajang.

"BBI kami punya 5 lokasi, di Desa Sidorejo Kecamatan Rowokangkung, Desa Grati Kecamatan Sumbersuko, Kelurahan Citrodiwangsan Kecamatan Lumajang, Desa Kali Semut Kecamatan Padang dan di belakang kantor Dinas Perikanan dan Kelautan Kabupaten Lumajang," katanya pada Banyuwangi.viva.co.id. Selasa 2 April 2024.

Dalam sejumlah kampanye Gemarikan, Agus Widiarto mengatakan, kalau sosialisasi ini terkait dengan manfaat ikan oleh Duta Gemarikan dan diselingi dengan pembagian Paket Gemarikan kepada peserta, yang berasal dari perwakilan yang hadir dari desa-desa.

"Paket Gemarikan biasanya terdiri dari ikan segar (400 kg), frozen food perikanan (600 kg), olahan kering perikanan (5 jenis per paket) dan olahan bandeng (2 jenis per paket)," paparnya.

Dengan diselenggarakannya Kampanye Gemarikan, Agus mengharapkan masyarakat Kabupaten Lumajang selalu mengkonsumsi ikan agar Sehat, Kuat dan Cerdas.

Kegiatan Gemarikan, menurut Agus, dikarenakan besarnya kandungan gizi ikan lengkap dan juga mengandung omega 3, yang bagus untuk pertumbuhan otak, asupan gizi, mencegah berbagai macam penyakit.

"Kegiatan peningkatan dan pemerataan produksi perikanan, kami ada budidaya budikdamber, kolam terpal dengan kerjasama dengan rumah pangan lestari di Dinas Ketahanan Pangan dan Pertanian, posyandu, Dinas Kesehatan P2KB dan PKK," paparnya.

Selain itu, dikatakan Agus, alokasi Dana Desa (DD) oleh Dinas Pemberdayaan Masyarakat Desa (DPMDes), termasuk produksi dari perikanan air tangkap, air payau dan olahan ikan, sehingga sampai ke desa-desa yang diversifikasi olahan ikan dengan pengenakan makan ikan untuk menarik menjadi kesukaan.

"Seperti makan ikan, bakso ikan, nugget ikan, abon ikan, tahu ikan, krupuk ikan dan lainnya. Ada pula lomba masak ikan, pameran produk UMKM perikanan, yang tentunya pembinaan-pembinaan kepada anak-anak sekolah, ibu-ibu hamil, posyandu, PKK dan juga Pondok Pesantren (Ponpes)," tambahnya.

Sedangkan menurut Kepala Dinkes P2KB Kabupaten Lumajang, dr Rosyidah, menerangkan jika ada keterlibatan sejumlah OPD dalam rangka menurunkan angka stunting di Kabupaten Lumajang ini, salah satunya di Dinas Perikanan dan Kelautan Kabupaten Lumajang.

Dan ketika ditanyakan, adakah keterlibatan pihak Dinas Perikanan dan Kelautan atas program pencegahan stunting di Kabupaten Lumajang ini, Kepala Dinkes P2KB Kabupaten Lumajang mengiyakan adanya keterlibatan tersebut.

"Wonten terkait gemar makan ikan (Ada terkait gemar makan ikan)," jawab dr Rosyidah singkat.

Juga dikatakan dr Rosyidah, pihak Dinas Perikanan dan Kelautan Kabupaten Lumajang sudah melakukan pembagian benih ikan di wilayah lokus stunting.

"Tahun kemarin di lokasi Dampar, Sumbersari genitri, detailnya mungkin bisa tanya ke Kadis Perikanan," ucapnya lagi.

Sementara itu, dilihat dari kacamata Komisi D DPRD Kabupaten Lumajang, gerakan ini sangat cocok untuk diberikan pada wilayah fokus stunting.

"Sebenarnya, keterlibatan banyak pihak itu sangat diharapkan, bukan hanya di dari Dinas Perikanan dan Kelautan saja, namun masyarakat harus ikut berperan aktif dan pencegahan stunting dimasing-masing wilayahnya," ungkap Ketua Komisi D DPRD Kabupaten Lumajang, Supratman.

Politisi PDIP ini juga menekankan kepada semua pihak untuk bisa memberikan kontribusi nyata pada wilayah yang dimuai paling kecil, semisal wilayah RT/RW.

"Semisal dengan memberikan 2 telor kepada balita di wilayah masing-masing, itu sebuah wujud aksi nyata dalam rangka penurunan angka stunting di Kabupaten Lumajang," bebernya.

Wakil rakyat asal dari Kecamatan Senduro ini, berharap tahun ini, angka stunting di Kabupaten Lumajang turun sesuai dengan harapan bersama, dengan pemberian makan gizi terhadap balita bisa secara rutin.