Stereotip Generasi Strawberry dan Dunia Kerja
- https://www.pinterest.com/pin/303781
Gaya Hidup, VIVA Banyuwangi –Generasi Strawberry, julukan bagi Gen-Z karena dianggap memiliki mental yang lemah dan lembek. Sebutan buah strawberry dikarenakan buah strawberry itu nampak bagus serta eksentrik, tetapi kalau ditekan ia akan gampang sekali hancur.
Menurut informasi survey Deloitte, presentase Generasi Z yang hadapi stres karena peluang kerja serta karir sebesar 50%, lebih besar dibandingkan Milenial yang proporsinya 41%.
Tekanan dari media sosial, dan tuntutan dunia kerja dinilai menjadi faktor utama penyebab stress di kalangan Gen-Z. Gen -Z yang memiliki beban kerja yang tingg, lingkungan kerja yang tidak mendukung, termasuk dalam hal aturan dan rekan kerja, memilih untuk resign karena mengutamakan kesehatan mental.
Hal ini, menimbulkan stereotip bahwa Gen-Z adalah generasi strawberry yang bermental lemah karena tidak mampu beradaptasi dengan lingkungan kerja.
Namun, tidak semuanya memandang stereotip generasi strawberry ini benar. Gen-Z bukanlah bermental lemah, tetapi lebih peka akan pentingnya work life balance. Dolot, A (2018) dalam penelitiannya terhadap 1162 responden Generasi Z menyebutkan bahwa generasi Z menginginkan umpan balik (feedback) dari atasannya mengenai hasil pekerjaan mereka.
Menurut beberapa penelitian, Gen-Z adalah generasi Do It Yourself, lebih realistis terhadap dunia kerja. Gen-Z tidak hanya bisa dipahami sebagai generasi yang lahir pada tahun tertentu, tetapi harus pula dipahami dari segi sosio-historisnya.
Dilansir dari Career Development Center Unika Atma Jaya ada beberapa cara Gen-Z dalam mencapai work life balance. Pertama, fleksibel adalah kunci. Work From Home (WFH) menjadi incaran utama gen-z agar seimbang antara waktu kerja dan hidup pribadi.
Kedua, suasana kerja yang happy, positif, dan feedback yang baik membuat gen-z menjadi maksimal dalam menjalankan pekerjaan. Ketiga, memilih pekerjaan yang sesuai minat dengan kebijakan kerja yang inklusif menjadi daya tarik tersendiri bagi gen-z dalam mencapai kesempatan yang sama di lingkungan kerja.