Jangan Anggap Sepele! Ini Perbedaan Firsthand, Secondhand, dan Thirdhand Smoke dan Risikonya
- https://www.pexels.com/photo/photo-of-a-woman-with-short-hair-smoking-a-cigarette-6951537/
Kesehatan, VIVA Banyuwangi –Saat mendengar kata “rokok”, mungkin yang langsung terlintas di pikiran adalah bahaya bagi si perokok itu sendiri. Padahal, dampaknya jauh lebih luas. Asap rokok tak hanya berbahaya bagi yang menghisapnya langsung, tapi juga bagi orang di sekitarnya (perokok pasif), bahkan setelah asapnya hilang dari udara.
Inilah yang dikenal sebagai firsthand, secondhand, dan thirdhand smoke. Meski namanya terdengar asing, ketiganya bisa membawa risiko kesehatan serius. Dilansir dari laman stopswithme.com, yuk, kenali perbedaannya dan bahaya masing-masing sebelum terlambat.
Firsthand Smoke
Istilah ini mungkin jarang kamu dengar, tapi firsthand smoke adalah asap rokok yang langsung dihirup oleh orang yang menggunakan produk tembakau. Asap ini berasal dari rokok, cerutu, shisha, hingga rokok elektrik (vape).
Bahaya dari firsthand smoke ini sebenarnya sudah lama terbukti dan didokumentasikan. Berikut beberapa penyakit serius yang bisa mengintai perokok aktif seperti kanker paru-paru, Penyakit Paru Obstruktif Kronis (PPOK), penyakit jantung, stroke, asma, diabetes, dan kebutaan.
Secondhand Smoke
Secondhand smoke adalah gabungan dari dua sumber asap berbahaya, yaitu asap yang dihembuskan oleh perokok, dan asap yang keluar dari hasil pembakaran tembakau atau vape.
Yang lebih mengerikan, asap ini mengandung lebih dari 7.000 bahan kimia, dan di antaranya ada sekitar 70 zat yang sudah terbukti bisa memicu kanker.
Bahaya secondhand smoke bukan isapan jempol, apalagi untuk orang-orang di sekitar perokok aktif yang tidak merokok sama sekali. Bahkan hanya 30 menit terpapar asap rokok bisa memberikan dampak buruk pada jantung, setara dengan risiko yang dihadapi oleh perokok aktif.
Dikutip dari webmd.com, paparan asap rokok juga bisa meningkatkan risiko terkena kanker paru-paru dan berbagai jenis kanker lainnya hingga 30% lebih tinggi. Tak hanya itu, asap rokok juga bisa merusak kesehatan jantung, menyebabkan emfisema, dan mengganggu sistem peredaran darah.
Asap rokok membuat darah jadi lebih “lengket”, menaikkan kadar kolesterol jahat (LDL), dan merusak lapisan pembuluh darah. Kondisi ini bisa meningkatkan kemungkinan serangan jantung atau stroke.