7 Upacara Adat di Bali yang Unik dan Sarat Makna
- https://kesrasetda.bulelengkab.go.id/informasi/detail/artikel/10-upacara-ngaben-dalam-agama-hindu
Budaya, VIVA Banyuwangi – Pulau Bali dikenal tidak hanya karena keindahan alamnya yang memukau, tetapi juga karena kekayaan tradisi dan budayanya yang tetap terjaga hingga kini. Saat kamu berkunjung ke Bali, menyaksikan upacara adat Bali adalah pengalaman istimewa yang akan memberi kesan mendalam. Upacara-upacara ini umumnya dapat diikuti wisatawan untuk sekadar melihat atau mendokumentasikan momen sakral.
Berikut ini tujuh upacara adat Bali yang sarat makna dan memiliki keunikan masing-masing:
1. Upacara Ngaben
Ngaben adalah ritual pembakaran jenazah yang dipercaya sebagai cara menyucikan arwah agar kembali ke Sang Pencipta. Ada tiga jenis Ngaben, yaitu Ngaben Sawa Wedana, Ngaben Asti Wedana, dan Swasta. Sawa Wedana merupakan jenazah diawetkan sebelum pembakaran, sedangkan Ngaben Asti Wedana yaitu jenazah dikubur terlebih dahulu lalu dibakar, yang terakhir Swasta adalah proses dimana bagi mereka yang meninggal di luar daerah atau jasdnya tidak ditemukan.
Karena biayanya cukup besar, pemerintah daerah sering mengadakan Ngaben massal agar semua keluarga bisa menyucikan leluhur mereka sesuai ajaran Hindu.
2. Upacara Melasti
Upacara Melasti dilakukan untuk pensucian diri dan benda-benda sakral milik pura. Masyarakat Hindu Bali berbondong-bondong menuju laut atau sumber air suci, membawa pratima (patung sakral) untuk dibersihkan.
Ritual ini biasanya diadakan 3 sampai 4 hari sebelum Hari Nyepi. Jika ingin menyaksikannya, kamu bisa menginap di hotel sekitar Kuta atau Uluwatu yang dekat dengan pura besar.
3. Hari Raya Saraswati
Hari Raya Saraswati adalah perayaan ilmu pengetahuan, untuk memuja Dewi Saraswati. Semua buku, kitab suci, dan alat belajar akan didoakan. Pada hari ini juga biasanya digelar pertunjukan tari dan pembacaan cerita semalam suntuk.
4. Hari Raya Galungan
Galungan berasal dari kata Jawa Kuno yang berarti “Menang”. Hari Raya Galungan dirayakan untuk memperingati kemenangan Dharma (kebaikan) melawan Adharma (kejahatan) serta terciptanya alam semesta. Perayaannya digelar setiap 210 hari menurut kalender Bali.
5. Upacara Mepandes
Dikenal sebagai Metatah atau Mesuguh, upacara ini menandai masa remaja anak-anak Bali. Dalam ritual ini, enam gigi taring bagian atas akan dikikis sedikit untuk melambangkan pengendalian diri dari sifat buruk seperti amarah, keserakahan, atau kecemburuan.