Berapa Lama Produk Cat Bisa Bertahan?
- https://pixabay.com/photos/colour-paint-bucket-paint-roller-3238004/
Gaya Hidup, VIVA Banyuwangi –Menggunakan kembali cat sisa merupakan cara hemat untuk melapisi kembali permukaan dinding yang sudah rusak atau aus.
Namun demikian, seperti semua produk lainnya, cat juga bisa mengalami penurunan kualitas seiring berjalannya waktu.
Pada kaleng yang sudah dibuka dan ditutup dengan baik, cat bahkan dapat rusak dalam kurun waktu 1 hingga 2 tahun.
Sementara produk cat yang belum dibuka akan kadaluarsa dalam waktu sekitar 10 atau 15, tergantung jenisnya.
Berikut penjelasan lengkap mengenai ketahanan masing-masing jenis cat yang ada di pasaran.
Cat Minyak
Cat berbasis minyak bisa bertahan hingga 15 tahun dalam kaleng yang belum dibuka dan disegel atau hingga 10 tahun setelah kaleng dibuka dan disegel dengan benar.
Cat Akrilik
Cat akrilik dapat bertahan hingga 10 tahun dalam kaleng yang belum dibuka dan disegel, jika disimpan di tempat yang sejuk, gelap, dan kering.
Sementara jika sudah dibuka dan disegel dengan baik, umumnya cat akan bertahan hingga 2 tahun.
Cat Lateks Berbasis Air
Cat lateks berbasis air dapat bertahan antara 2 hingga 10 tahun. Sementara yang sudah dibuka, bisa cepat rusak sehingga harus dibeli sesuai dengan kebutuhan.
Cat Kapur
Cat kapur dapat bertahan selama 1 tahun setelah diproduksi. Semakin lama, cat kapur akan menghasilkan konsistensi yang lebih kental sehingga harus diencerkan lagi dengan air sebelum digunakan.