Kolesterol Tinggi? Waspadai 9 Makanan Ini di Piring Anda

Ilustrasi makanan cepat saji membuat seseorang cepat tua
Sumber :
  • Freepik: @wayhomestudio

Kesehatan, VIVA Banyuwangi – Bagi Anda yang berjuang mengendalikan kadar kolesterol tinggi, menjaga pola makan ibarat memegang kemudi kesehatan jantung Anda. Namun, di tengah banyaknya pilihan makanan lezat, seringkali terselip "musuh dalam selimut" yang bisa menggagalkan usaha Anda.

img_title Seni Pengemasan Madu Mentah dan Sarang Lebah untuk Parsel Kesehatan Eksklusif

Penting untuk mengenali makanan mana saja yang sebaiknya dihindari atau dibatasi secara ketat. Mengutip panduan kesehatan dari siloamhospitals.com, berikut adalah 9 kelompok makanan yang menjadi pantangan utama bagi pengidap kolesterol tinggi:

1. Gorengan

img_title Peran Vital Nutrisi dan Gizi bagi Kesehatan Otak

Siapa bisa menolak kerenyahan gorengan? Sayangnya, makanan ini adalah bom kalori serta lemak jenuh dan lemak trans. Lemak jenis ini, menurut siloamhospitals.com, dapat secara signifikan meningkatkan kadar kolesterol jahat (LDL) dalam darah, yang pada gilirannya meningkatkan risiko penyakit jantung, obesitas, hingga diabetes. Pilihlah metode memasak yang lebih sehat seperti mengukus, merebus, atau memanggang.

2. Makanan Cepat Saji (Fast Food)

img_title Pendekatan Medis dan Alami dalam Cara Meningkatkan Memori Otak

Burger, kentang goreng, ayam goreng cepat saji memang praktis, tapi sarat akan lemak jenuh, lemak trans, kolesterol, dan seringkali gula tinggi. Kombinasi ini adalah resep jitu untuk menaikkan kolesterol, tekanan darah, berat badan, dan bahkan risiko diabetes tipe 2. Lemak trans sangat berbahaya karena menaikkan LDL (kolesterol jahat) sekaligus menurunkan HDL (kolesterol baik).

3. Jeroan

Hati, ampela, usus, paru, dan otak memang kaya zat besi, tapi kandungan kolesterol dan purinnya sangat tinggi. Siloam Hospitals mengingatkan, pengidap kolesterol tinggi dan asam urat sebaiknya sangat membatasi konsumsi jeroan untuk mencegah lonjakan kadar kolesterol dan serangan asam urat.

4. Daging Olahan

Sosis, nugget, kornet, burger patty, dan daging asap memang menggoda kepraktisannya. Namun, produk ini umumnya tinggi lemak jenuh dan natrium. Lebih mengkhawatirkan lagi, konsumsi daging olahan secara rutin dikaitkan dengan peningkatan risiko penyakit jantung dan beberapa jenis kanker. Sebuah penelitian yang dikutip melibatkan ratusan ribu peserta menemukan bahwa tambahan 50 gram daging olahan per hari meningkatkan risiko penyakit jantung hingga 42%!

5. Kulit Ayam

Banyak yang menyukai kulit ayam karena gurih dan teksturnya. Namun, kulit ayam sejatinya adalah lemak. Apalagi jika digoreng, kandungan lemak jenuh dan kalorinya akan meroket. Jika ingin menikmati ayam, pilihlah bagian daging tanpa kulit.

Halaman Selanjutnya
img_title