8 Kebiasaan Yang Menyusahkan Dirimu Sendiri
- https://pixabay.com/id/photos/permainan-playstation-4448065/
Gaya Hidup, VIVA Banyuwangi –Setiap orang punya kebiasaan yang tanpa sadar dilakukan setiap hari. Ada kebiasaan baik, unik, lucu, namun ada juga kebiasaan negatif yang merugikan orang lain. Nah, di luar kedua jenis kebiasaan itu, di bawah ini ada 8 kebiasaan yang menyusahkan dirimu sendiri. Apa sajakah itu?
1. Bangun Tidur Langsung Pegang HP
Ibarat lembaran putih, saat baru bangun tidur, otakmu masing kosong. Namun setelah membuka HP, berbagai notifikasi dan beragam berita, baik positif maupun negatif, mencoret-coret lembaran putih itu. Moodmu pun dapat rusak. Bila muatan negatif yang dominan masuk, bisa seharian kamu jadi uring-uringan.
2. Scroll Medsos Tanpa Henti Dengan Dalih Istirahat
Padahal scroll medsos tanpa henti itu bukan istirahat. Itu hanya mindless activity (aktivitas tanpa tujuan). Kebiasaan ini bikin otakmu lelah dan kebas (keterampilan yang tumpul). Selain scroll medsos, yang termasuk kebiasaan tanpa tujuan yang lain adalah nonton TV dan bermain game secara berlebihan. Bisa juga browsing internet tanpa tujuan yang jelas.
Dampak kebiasaan ini bikin kamu menghabiskan waktu berharga, stres, produktivitasmu berkurang, mengurangi kesadaran untuk memahami orang lain dan diri sendiri.
3. Menumpuk Barang Bekas
Barang bekas dimaksud seperti keranjang bekas parcel, kaleng roti, tas plastic bekas belanja, dan sebagainya. Kebiasaan menumpuk barang bekas seperti itu, membuatmu kehabisan ruang, menambah stres, gagal fokus dalam menyelesaikan tugas, dan meningkatkan risiko kebakaran dan kecelakaan.
4. Mendengarkan Lagu Mellow (Galau)
Awalnya mendengarkan lagu galau untuk memanjakan emosi tertentu. Tetapi jika didengarkan terus-menerus, kebiasaan ini dapat membuatmu semakin sedih, patah semangat, cemas, dan mengganggu emosi.
5. Mendengarkan Curhatan Teman Yang Toxic
Semula ingin menjadi pendengar yang baik. Semakin lama kebiasaan ini bikin kamu jadi tempat sampah emosi temanmu. Dampaknya emosimu jadi ikut naik, lelah, tidak dihargai, dan sedih, kecewa atau marah.
6. Overthingking Hal Yang Belum Pasti
Mencemaskan hal yang belum tentu terjadi ibarat menjaring angin, sia-sia saja. Kecemasan yang berlarut justru dapat membuatmu tidak produktif, karena yang dipikirkan bukan kemajuan atau tujuan baru, tetapi hal-hal yang belum tentu terjadi.