Mengenal Black Dandyism, Tema Met Gala 2025
- @tylersphotos
Gaya Hidup, VIVA Banyuwangi – Black Dandyism merupakan lambang bagi kaum pria bahwa pakaian tidak hanya untuk terlihat menarik, namun juga mencerminkan identitas seseorang.
Black Dandyism diperkenalkan pertama kali oleh Beau Brummell pada abad ke 18 di Britania Raya. Menurut kaum dandy, pakaian adalah tempat untuk berekspresi dan melawan norma sosial.
Di kalangan kaum kulit hitam, dandy menjadi lambang untuk menentang perbedaan ras dan kelas yang membatasi mereka. Black dandyism membuat semua orang memiliki caranya masing-masing dalam berpakaian.
“Semua orang awalnya terlihat sama, namun itu menjadi jembatan untuk tidak berperi kemanusiaan sehingga orang-orang mulai memodifikasi pakaian dan menjahitnya sesuai gaya mereka” kata Monica L. Miller, penulis asal Amerika Serikat.
Para budak dari Afrika yang dibawa oleh orang Eropa pada abad ke 17 dan 18 menggunakan pakaian yang mencerminkan status sosial dan kemewahan ditempat mereka bekerja.
Beberapa budak yang lain juga diberikan pendidikan untuk menunjang pekerjaan mereka ditempat mereka diperbudak. Namun sekarang pakaian hitam menjadi lambang untuk menentang diskriminasi orang Eropa kepada orang Afrika.
Menurut Miller, pakaian hitam melambangkan kebebasan dan hak orang kulit hitam untuk melakukan keinginannya sendiri. Namun sekarang pakaian hitam menjadi fashion dikalangan banyak orang.
“Ini adalah rangkaian sejarah, dari perkembangan pakaian bermotif ke jas berekor dan setelan olahraga” kata Miller.
Pada tahun 1917, banyak orang keturunan Afrika-Amerika yang melakukan Silent Protest Parade di Fifth Avenue, New York, Amerika Serikat.
Pria menggunakan pakaian serba hitam serta wanita dan anak-anak menggunakan pakaian serba putih.
Warna pakaian putih menggambarkan kehormatan dan ketenangan yang bertentangan dengan warna hitam yang menggambarkan kejamnya kekerasan yang dialami mereka.
“Orang Afrika datang ke Amerika tidak memiliki apapun sama seperti filosofi tabula rasa, begitulah bagaimana orang Eropa dan Amerika memahami fashion” kata Miller.
Pada Met Gala 2025, tema yang diangkat adalah “Superfine: Tailoring Black Style” menggambarkan black dandyism sebagai pengaruh budaya kulit hitam terutama fashion kulit hitam.
Namun tak hanya fashion, black dandyism juga menggambarkan bagaimana pengaruh budaya kulit hitam terhadap kebebasan, kecantikan dan kekuatan untuk menghadapi dunia yang membatasi kebebasan berekspresi kaum kulit hitam.