Kenali Gejala Sembelit dan Hindari Penyebabnya!
- https://www.freepik.com/free-photo/asian-
Gaya Hidup, VIVA Banyuwangi – Sembelit atau sering disebut orang dengan susah BAB (susah buang air besar) berarti buang besar kurang dari tiga kali dalam seminggu.
Setiap orang memang memiliki frekuensi buang air besar yang berbeda-beda, itu wajar dan normal selama tidak kurang dari frekuensi yang sewajarnya.
Satu fakta yang pasti, semakin jarang frekuensi buang air besar maka tinja akan semakin sulit untuk keluar dan semakin tinggi peluang sembelit. Lalu, apa sebenarnya gejala sembelit?
Dilansir dari Website Mayo Clinic dan Cleveland Clinic, sembelit kronis biasanya memiliki dua atau lebih gejala sembelit selama tiga bulan atau lebih.
Beberapa gejala sembelit adalah sebagai berikut:
1. Tinja keras, kering, dan menggumpal
2. Merasa sakit atau kesulitan saat buang air besar
3. Perut terasa kram
4. Perasaan bahwa tidak semua tinja dikeluarkan
5. Merasakan mual dan kembung
6. Rektum terasa tersumbat
7. Memerlukan bantuan jari untuk mengeluarkan tinja
Kapan Penderita Sembelit Harus Ke Dokter?
Kamu tidak boleh membiarkan gejala sembelit mengganggu terlalu lama karena akan membuatnya menjadi kronis. Berdasarkan Website Mayo Clinic, kamu harus ke dokter bila kamu mengalami sebagai berikut:
1. Gejala sembelit sudah terjadi selama lebih dari tiga minggu
2. Gejala sembelit mengganggu aktivitas sehari-hari
3. Pendarahan dari rectum atau ada bercak darah pada tisu toilet
4. Darah di dalam tinja atau tinja berwarna hitam
5. Perubahan pada bentuk atau warna tinja yang tidak biasa
6. Sakit perut yang tidak kunjung hilang
7. Penurunan berat badan secara drastis dan tanpa usaha
Penyebab Sembelit
Dilansir dari Website Mayo Clinic dan Cleveland Clinic, sembelit terjadi karena tinja bergerak terlalu lambat melalui usus besar sehingga tubuh menyerap terlalu banyak air dari tinja. Hal ini mengeringkan tinja, membuatnya keras dan sulit untuk dikeluarkan dari tubuh kamu. Beberapa penyebab ini terjadi adalah sebagai berikut:
1. Faktor gaya hidup yang tidak mengkonsumsi cukup serat, tidak meminum cukup air, kurang berolahraga, menahan keinginan buang air besar, mengkonsumsi susu atau keju dalam jumlah banyak, stres, atau perubahan rutinitas harian kamu seperti waktu tidur yang berubah.