Belajar Menulis Dari 5 Penulis Dunia
- https://www.pexels.com/id-id/foto/tumpukan-buku-159866/
Gaya Hidup, VIVA Banyuwangi – Aktivitas menulis muncul ketika digaruk oleh hasrat. Niat untuk menulis tidak datang begitu saja, akan tetapi lahir dari perenungan demi perenungan. Syahdan, perenungan itu muncul dari proses menafsir realtias. Merenungkan seorang bocah penjual koran diterpa sengatan matari, atau kisah roman yang berujung tragis.
Penulis hadir memberi gambaran. Mereka menuliskan sebuah cerita menuangkan konsepsi yang hadir dari dalam renungannya. Cerita-cerita itu beterbaran di alam pembaca. Pembaca kemudian menafsir setelah emosinya terpantik di antara rentetan kisah yang menjadi pengalaman pribadi bagi pembacanya.
Tulisan-tulisan itu tidak lahir dari ruang kedap suara. Para penulis melakukan eksplorasi disekitar ruang hidupnya untuk merasakan, dan menemukan makna di setiap gerak-gerik kota.
Mereka tak lupa melangsungka langkah yang galibnya dilakukan seorang penulis guna mencipta karya cerita pendek atau novel. Beberapa sastrawan menuangkan pengalaman dan hasratnya menulis mencipta sebuah karya, berikut ulasannya;
1. Nikolai Gogol (1809-1852)
Sastrawan asal Ukraina ini mencipta karya dengan referensi baju mantel. Mulanya ia berkeliling di sektira kota nan amat dingin, kemudian terbesit untuk menuliskan sebuah cerita yang amat menarik. Cerita itu berjudul ‘Baju Mantel’, kisah seorang pekerja yang harus menghadapi dinginnnya kota. Mantelnya yang telah rombeng, ia paksa diperbaiki dengan menambalknya di sisi yang berlubang. Alkisah, baju mantel satu-satunya dicuri. Tokoh utama harus menghadapi nestapa.
2. Orhan Pamuk (1952-Sekarang)
Peraih nobel sastra 2006 mempunyai kisah menarik di samping rentetan karya-karyanya yang membuat pecinta sasrta dunia mengapresiasinya dengan tulus. Karya-karyanya sepert Salju, Namaku Merah, The Black Book, Istanbul, dsb mengajak pembaca menilik yang silam di antero Turki. Prosesnya memilih sebagai penulis dicecap dengan waktu tak sebentar. Ia mendapatkan ilham untuk menulis, salah satunya ingin menuliskan yang silam dan dikaitkan dengan relung imajinya tentang cerita yang menarik pembaca.
3. Franz Kafka (1883-1924)
Penulis berkebangsaan Ceko ini dikenal sebagai pengarang Metamorfosis. Sebuah cerita yang mengisahkan seorang pedagang asongan yang terhimpit realitas. Ia kemudian menjadi seekor kecoak busuk. Karya Kafka kaya akan makna falsafati, termasuk novelnya berjudul Metamorfosis itu.