Jalan Sunyi Menuju Hidup Minimalist

Gambaran gaya hidup sederhana tanpa tekanan
Sumber :
  • https://unsplash.com/photos/wooden-house-near-mountain-ranges-xl4Df3lvaEk

Gaya Hidup, VIVA Banyuwangi – Di era sekarang ini, dikelilingi oleh barang-barang mewah kerap menjadi impian bagi para Gen Z.  Pergi ke mall tiap minggu, mengerjakan tugas di kafe mahal, hingga sesederhana berangkat kuliah sembari menenteng tas keluaran terbaru–telah menjadi pemandangan yang kerap kita lihat belakangan ini. Hal ini seringnya dilandasi oleh persaingan gengsi dalam lingkup sosial. Banyak dari Gen Z yang berlomba tampil memukau dengan segala materi yang mereka miliki.

img_title Cara Membuat Fake Project untuk Portfolio, Cocok untuk Fresh Graduate

Persaingan seperti ini ibarat pisau bermata dua. Gaya hidup seperti ini dapat memotivasi kalangan muda untuk lebih giat bekerja mencari uang. Namun di satu sisi, persaingan gengsi seperti ini tidak akan ada habisnya. Zaman akan terus berkembang seiring dengan bermunculannya barang-barang mewah terbaru. Hal ini nantinya dapat memicu rasa tidak puas.

Dari sinilah muncul satu alternatif gaya hidup yang mulai dilirik sebagian Gen Z: gaya hidup minimalis. Sebuah pendekatan yang menawarkan makna lebih dalam dari sekadar “punya lebih sedikit”–namun juga tentang kesadaran, kesederhanaan dan kebebasan dari tekanan sosial untuk selalu terlihat sempurna.

img_title Belum Punya Pengalaman? Ini Ide Fake Project untuk Portfolio

Jika ditarik jauh kebelakang, gaya hidup minimalist ternyata bukanlah hal yang baru. Sebelum istilah ini ramai di media sosial, nilai-nilai dari gaya hidup minimalist sudah lebih dulu hidup dalam berbagai ajaran kuno. Di India misalnya, Budha mengajarkan bahwa keinginan yang berlebihan justru menjadi sumber penderitaan. Gaya hidup sederhana, secukupnya dan tidak terikat pada benda-benda duniawi dipercaya sebagai jalan menuju ketenangan batin.

Pandangan serupa juga muncul dari filsuf-filsuf Stoik di Yunani Kuno seperti Epictetus dan Seneca. Mereka percaya bahwa kebahagiaan sejati tidak datang dari menumpuk harta, melainkan dari kemampuan untuk memaknai sesuatu yang terlihat lebih sedikit.

img_title Memulai Hobi Aquaponik, Cara Sederhana untuk Pemula di Rumah

Di era sekarang ini, gaya hidup minimalist terasa seperti napas baru–yang hadir sebagai bentuk perlawanan dari gaya hidup glamor. Raditya Dika dalam kanal Youtubenya pernah berkata “minimalist bukan berarti mengurangi kuantitas barang yang kita punya. Minimalist adalah memberikan value terhadap barang yang kita punya.” Kalimat ini menjadi pengingat bagi kita bahwa minimalisme bukan soal hidup kekurangan, tetapi tentang menyusun prioritas.

Halaman Selanjutnya
img_title