Cara Mudah Membuat Eco-enzyme dari Sampah Dapur

Pembuatan eco-enzyme menggunakan sisa bahan dapur
Sumber :
  • https://www.freepik.com/free-photo/close-up-hands-holding-bowl_14351734.htm

Gaya Hidup, VIVA Banyuwangi – Pernah dengar tentang eco-enzyme? Cairan ini bukan produk pabrik, tapi hasil fermentasi dari limbah dapur seperti kulit buah, sayuran, dan gula merah. Uniknya, eco-enzyme bisa digunakan sebagai disinfektan alami, pupuk organik cair, bahkan pembersih rumah tangga.

img_title Rahasia Kuah Hitam Rawon yang Gurih dan Menggugah Selera

Dilansir dari penelitian yang dilakukan tim Universitas Sumatera Utara, eco-enzyme terbukti bisa membantu petani meningkatkan hasil panen padi organik sekaligus menggantikan disinfektan kimia yang mahal dan berbahaya. Nah, kabar baiknya adalah eco-enzyme bisa dibuat sendiri di rumah hanya dengan bahan sederhana dan botol bekas.

Bahan-Bahan untuk Membuat Eco-enzyme:

img_title Tips Merawat Blok Silinder dan Piston Orisinal agar Awet

Untuk satu botol eco-enzyme ukuran 1 liter, kamu cukup siapkan:

- 500 ml air bersih

img_title Kenali Ciri Kompresi Bocor pada Motor Matik Jadul

- 50 gram gula merah (molase)

- 150 gram limbah organik seperti kulit buah, sisa sayur, batang daun

- Botol plastik bekas (yang bisa ditutup rapat, ukuran 1 liter)

- Corong dan timbangan digital (kalau ada)

Langkah-Langkah Membuat Eco-enzyme di Rumah:

1. Siapkan Botol Plastik

- Gunakan botol plastik bekas yang bersih, bisa ditutup rapat, dan bukan logam (karena gas fermentasi bisa menekan bahan logam).

2. Tuangkan Air ke Dalam Botol

- Masukkan 500 ml air bersih terlebih dahulu.

3. Tambahkan Gula Merah

- Masukkan 50 gram gula merah atau molase ke dalam botol. Aduk atau goyang perlahan agar larut.

4. Masukkan Limbah Organik

- Tambahkan 150 gram kulit buah, sisa sayur, atau batang daun yang masih segar (bukan busuk total). Potong kecil agar lebih cepat terurai.

5. Fermentasi Selama 3 Bulan

- Simpan botol di tempat kering dan sejuk, hindari sinar matahari langsung.

- Di bulan pertama, buka tutup botol 1x sehari untuk mengeluarkan gas hasil fermentasi. Kamu juga bisa balik botol perlahan (tidak dikocok) agar campuran tercampur rata.

6. Pantau Proses Fermentasi

- Jika muncul lapisan putih di atas larutan, itu normal. Tapi kalau muncul belatung atau bau menyengat, tambahkan sedikit gula dan tutup kembali.

7. Panen Eco-enzyme

- Setelah 3 bulan, saring cairan eco-enzyme.

 - Cairannya bisa kamu gunakan langsung sebagai pupuk cair atau disinfektan.

 - Ampasnya jangan dibuang! Keringkan dan gunakan sebagai pupuk padat alami.

Halaman Selanjutnya
img_title