Google Veo 3, Terobosan Terbaru AI Video dari Google
- https://www.freepik.com/free-photo/technician-employs-ai-chatbot-pc-monitor-executing-programming-code_416930601.htm
Teknologi, VIVA Banyuwangi – Google kembali menarik perhatian dunia teknologi melalui peluncuran Google Veo 3, sebuah model AI terbaru yang mampu menghasilkan video berkualitas tinggi hanya dari perintah teks (text-to-video). Veo merupakan proyek dari DeepMind anak perusahaan Google yang berfokus pada kecerdasan buatan dan telah menjadi perbincangan luas sejak debutnya diumumkan pada Google I/O 2024.
Kemampuan dan Fitur Utama
Veo 3 mampu membuat video berdurasi hingga 8 detik dalam resolusi 1080p dan 4K. Yang membuatnya berbeda dari versi sebelumnya adalah hadirnya audio asli (native audio) berupa dialog, efek suara, dan suara latar (ambient), yang secara otomatis disesuaikan dengan isi dan suasana video.
Model ini juga memperkenalkan fitur baru bernama Flow, yang memungkinkan pengguna mengatur alur adegan secara lebih fleksibel, menggabungkan beberapa klip, bahkan menyisipkan gambar referensi sebagai panduan visual. Fitur ini memberi tingkat kontrol kreatif yang belum pernah ada sebelumnya dalam teknologi video AI.
Akses dan Penggunaan
Untuk saat ini, Google Veo 3 hanya tersedia bagi pengguna layanan Google AI Studio versi Ultra, dan sebagian terbatas untuk pengguna Pro melalui aplikasi Gemini. Di versi Ultra, pengguna dapat menghasilkan video tanpa watermark visual menggunakan fitur Flow, namun masih tetap ada watermark tersembunyi (SynthID) sebagai upaya deteksi penyalahgunaan konten.
Veo juga sudah bisa digunakan melalui aplikasi Gemini Mobile dan telah tersedia di lebih dari 70 negara.
Risiko dan Pengawasan
Meski kemampuannya mengesankan, Veo juga menuai perhatian karena potensi penyalahgunaan. Beberapa pihak mengkhawatirkan kemampuannya untuk menghasilkan deepfake atau video manipulatif, meski Google menyatakan telah menanamkan sistem pelacakan dan pembatasan untuk menghindari penyalahgunaan, seperti pelarangan penggunaan wajah publik, kekerasan ekstrem, dan adegan seksual.
Video buatan Veo yang memperlihatkan bencana alam atau kejadian politik yang tidak terjadi menjadi viral dan sempat memicu kebingungan publik. Untuk itu, Google terus menekankan pentingnya penggunaan etis teknologi ini.
Respons Dunia Teknologi
CEO DeepMind, Demis Hassabis, menerima banyak tanggapan dari figur publik termasuk Elon Musk yang menyebut Veo sebagai “spektakuler”. Reaksi semacam ini semakin menguatkan posisi Google dalam perlombaan pengembangan AI generatif, bersaing dengan Meta, OpenAI, hingga Runway dan Pika.