Bahagia, Satu Kata Banyak Makna
- https://www.freepik.com/free-photo/beautiful-blonde-woman-with-happy-balloon_7436575.htm
Gaya Hidup, VIVA Banyuwangi – Bahagia merupakan satu kata yang mudah dikatakan namun terkadang sulit untuk dilakukan. Ada yang bilang bahagia itu sederhana, tetapi nyatanya banyak sekali orang yang terbebani pikiran lain yang membuatnya kurang atau tidak bahagia. Ada yang benar bahagia dengan keadannya yang sederhana ada pula yang bahagia dengan kekayaannya, semua ada porsi dan kriterianya masing-masing. Ada yang mengatakan dirinya bahagia namun menyimpan seribu beban di pikirannya, satu kata yang mengandung beragam makna dan definisi yang dapat berbeda setiap orang. Bagaimana kita bahagia?
Bahagia itu tercipta dari diri kamu sendiri, bukan perpatokan pada kebahagiaan orang lain yang kehidupannya saja berbeda. Jangan menyulitkan diri sendiri untuk mencapai suatu kebahagiaan, kebahagiaan kecil bisa saat kamu mendengarkan lagu favorit atau makan dan minum kesukaanmu. Semua orang pantas mendapatkan kebahagiaannya dengan caranya sendiri tentunya tidak bisa disama ratakan.
2. Bahagia ini fokus pada diri sendiri
Ini yang cukup sulit, orang terkadang sulit untuk egois pada dirinya sendiri. Egois untuk kebahagiaannya sendiri, ada orang yang ditanamkan sejak dini untuk berbagi. Berbagi disini berarti ketika kamu bahagia harus memikirkan apakah orang terdekat kamu bahagia atas apa yang kamu lakukan. Karena tingkat kebahagiaan setiap orang berbeda kamu bisa saja mengorbankan kebahagiaan kamu asal orang terdekat atau orang tersayang bahagia. Padahal kamu yang melakukannya tidak merasa bahagia, boleh membahagiakan orang lain. Tetapi bahagiakan diri kamu terlebih dahulu, ketika kamu bahagia orang disekitarmu akan merasakan kebahagiaan atau kebagian aura positif yang kamu pancarkan.
3. Bahagia bisa kamu kendalikan
Karena definisi dan cara kamu bahagia bisa kamu ciptakan sendiri, tentunya hal tersebut bisa kamu kendalikan sesuai dengan keinginan kamu. Kamu ingin bahagia yang seperti apa kamu bisa menentukannya sendiri tidak perlu mengantungkan kebahagiaan pada orang lain. Sebab, mengantungkan kebahagiaan pada orang lain hanya membuat kamu tersiksa ketika ditinggal sumber kebahagiaan kamu.
Kalau kamu pikir bahagia harus disukai semua orang, berarti kamu gila. Tidak semua senang pada kamu bahkan ada yang menganggap kehadiranmu adalah suatu yang menyakitkan atau bahkan menakutkan. Kamu tidak bisa memaksa orang lain menyukaimu untuk membuatmu bahagia, semua orang ada porsi dan waktunya sendiri terutama dalam menentukan kebahagiaan