Inilah Penyebab Pasang Surut

Ilustrasi pasang surut air laut
Sumber :
  • https://www.freepik.com/free-photo/beautiful-scenery-sea-waves-crashing-rock-formations_10606344.htm

Gaya Hidup, VIVA BanyuwangiPasang surut laut adalah fenomena alami yang terjadi setiap hari dan memengaruhi garis pantai di seluruh dunia. Kita mungkin sering melihat air laut naik dan turun tanpa benar-benar memahami apa yang menyebabkannya. Ternyata, penyebab utama pasang surut adalah tarikan gravitasi dari bulan dan matahari terhadap bumi. Meskipun terlihat sederhana, proses ini melibatkan interaksi gaya yang kompleks dan menarik.

img_title Cara Membuat Fake Project untuk Portfolio, Cocok untuk Fresh Graduate

Cek Produk Rekomendasi Kami
Buku seri petualangan Antariksa 5 - Fenomena alam Di Bumi

Buku seri petualangan Antariksa 5 - Fenomena alam Di Bumi

Mulai dari

Rp.10.000

Gravitasi Bulan Merupakan Pemain Utama

img_title Belum Punya Pengalaman? Ini Ide Fake Project untuk Portfolio

Meskipun matahari jauh lebih besar dari bulan, bulan memiliki pengaruh lebih besar terhadap pasang surut karena jaraknya yang jauh lebih dekat ke bumi. Gaya gravitasi bulan menarik air laut di sisi bumi yang menghadap bulan, menciptakan tonjolan air dan inilah yang kita kenal sebagai pasang naik. Namun yang unik, tonjolan air juga terbentuk di sisi bumi yang berlawanan dengan bulan. Mengapa? Karena gaya sentrifugal akibat rotasi bumi, matahari dan bulan mendorong air menjauh dari pusat gravitasi, menciptakan pasang naik kedua.

Cek Produk Rekomendasi Kami
Buku pengetahuan luar angkasa cuaca & fenomena alam

Buku pengetahuan luar angkasa cuaca & fenomena alam

Mulai dari

Rp.25.500

img_title Memulai Hobi Aquaponik, Cara Sederhana untuk Pemula di Rumah

Di antara dua tonjolan itu, terdapat wilayah dengan volume air lebih sedikit karena tertarik ke arah tonjolan, itulah yang disebut pasang surut atau lebih tepatnya disebut air surut. Oleh karena itu, sebagian besar wilayah pantai mengalami dua kali pasang naik dan dua kali surut dalam 24 jam lebih sedikit (sekitar 24 jam 50 menit), mengikuti siklus harian bulan.

Peran Matahari

Matahari juga berperan dalam fenomena pasang surut, meskipun tidak sekuat bulan. Ketika posisi matahari, bulan, dan bumi sejajar, seperti saat bulan baru atau purnama, gaya tarik keduanya saling memperkuat. Ini menghasilkan pasang surut yang lebih ekstrem, yang disebut pasang perbani besar atau spring tide.

Sebaliknya, ketika posisi bulan dan matahari membentuk sudut 90 derajat terhadap bumi, seperti saat kuartal pertama dan ketiga bulan, gaya tarik mereka saling melemahkan. Akibatnya, terjadi pasang surut kecil atau neap tide yang lebih ringan.

Halaman Selanjutnya
img_title