Dengkuran Kucing, Terapi yang Menyembuhkan Jiwa dan Raga
- https://www.pexels.com/id-id/foto/32679675/
Gaya Hidup, VIVA Banyuwangi – Bayangkan, di saat selepas bekerja, badan terasa capek dan rasanya ingin sekali menyerah. Gemertuk leher, lengan terasa nyeri dan air muka lesu selalu dihadapi selepas bekerja.
Di sela-sela rehat, terdengar suara lembut seekor kucing sambil mendengkur mengendus, kemudian duduk melingkar ketika kita sedang bersila. Tiba-tiba rasanya seperti dunia mendadak lebih damai. Tangan tiba-tiba membelai bulu-bulunya yang halus, kemudian kucing itu sedikit mengantuk sambil mendengkur.
Kucing hewan yang konon bersahabat dengan manusia. Tapi tahukan Anda, dibalik perawakannya yang lucu, dengkuran kucing bukan hanya menyenangkan akan tetapi punya peranan untuk menyembuhkan lho, berikut ulasannya.
Kucing Mendengkur
Saat kucing mendengkur biasanya saat kucing dalam situasi aman, puas dan senang. Selain itu, kucing yang mendengkur kadang pula merasa cema, sakit atau dalam proses penyembuhan.
Melalui beberapa riset, dengkuran kucing terpaut pada 20-35 Hz, sehingga menciptakan getaran dalam tubuh kucin yang membantu untuk menyembuhkan luka, mengurangi nyeri dan meredakan pembengkakan.
Manfaat Dengkuran untuk Manusia
Kucing yang mendengkur kemudian mendekat bermanja-manja dengan pemiliknya, punya efek penting. Dengkuran kucing berpengaruh menyembuhkan otot, mempercepat pemulihan sendi, bahkan memperkuat tulang.
Beberapa studi menyampaikan bahwa frekuensi dengkuran dapat mempercepat pemulihan tulang yang patah, suara dengkuran mampu menurunkan tekanan darah dan stress, dan efek getarannya berperan dalam meningkatkan pernapasan bersama mengurangi rasa nyeri.
Kucing Sebagai Penyeimbang Emosi
Kehadiran kucing dengan wajahnya yang menguar penampakan berbeda, kehadiran kucin membawa dampak psikologis. Memelihara kucing memberi rasa memiliki, mengurangi kesepian, dan menjadi sumber kenyamanan secara emosional.
Membelai kucing selama sepuluh menit, resiko stress dalam tubuh dapat menurun drastis. Ini membikin kucing tak hanya menjadi teman, tapi juga semacam terapis pribadi.
Kehangatan seekor kucing yang mendengkur di pangkuan, bukan hanya melepas lelah setelah seharian beraktivitas. Kucing merupakan bentuk terapi alami membantu tubuh dan jiwa untuk pulih dan rileks.