Cuci Muka Pagi dan Malam, Ini Urutan yang Benar!
- pexels/Miriam Alonso
Gaya Hidup, VIVA Banyuwangi – Cuci muka adalah langkah pertama dalam rutinitas perawatan kulit yang sangat penting, baik di pagi hari maupun malam hari. Dengan melakukan cuci muka yang benar, kulit akan tetap bersih, sehat, dan siap menerima produk perawatan lainnya. Namun, apakah Anda sudah tahu urutan cuci muka yang tepat? Berikut penjelasan lengkap berdasarkan penelitian ilmiah terpercaya.
Cuci Muka Pagi: Menghapus Kelembapan dan Kotoran yang Tersisa
Saat bangun tidur, kulit kita biasanya dalam keadaan kering dan telah terpapar dengan kelembapan udara atau sisa produk yang digunakan pada malam sebelumnya. Cuci muka pagi bertujuan untuk menghilangkan sisa-sisa tersebut. Berdasarkan penelitian oleh Perciavalle (2017) dalam "Morning Cleansing and Its Effect on Skin Health", membersihkan kulit dengan pembersih ringan di pagi hari sangat penting untuk menghilangkan sisa minyak yang diproduksi semalaman serta membantu kulit merasa segar dan terhidrasi. Gunakan pembersih yang lembut dan tidak mengandung bahan yang dapat mengiritasi kulit.
Cuci Muka Malam: Menghapus Makeup dan Kotoran Sepanjang Hari
Pada malam hari, kulit harus dibersihkan dengan lebih mendalam. Seharian, kulit kita terpapar polusi, debu, dan makeup. Berdasarkan penelitian oleh Sadrie (2018) dalam "The Importance of Cleansing Before Sleep for Skin Health", mencuci wajah malam hari dengan benar sangat penting untuk menghilangkan kotoran dan makeup yang dapat menyumbat pori-pori, menyebabkan iritasi, atau bahkan jerawat. Pembersihan yang baik pada malam hari membantu proses regenerasi kulit yang terjadi saat tidur.
Urutan Cuci Muka yang Benar
1. Gunakan Pembersih yang Sesuai dengan Jenis Kulit
Pilih pembersih wajah yang cocok dengan jenis kulit Anda. Jika kulit Anda kering, pilih pembersih berbasis krim atau pelembap. Jika kulit berminyak atau rentan jerawat, pilih pembersih berbahan gel atau foam yang dapat mengontrol produksi minyak.
2. Gunakan Air Suam-Suam Kuku
Cuci muka dengan air yang tidak terlalu panas atau dingin, cukup hangat. Air yang terlalu panas dapat mengeringkan kulit, sedangkan air yang terlalu dingin tidak dapat membuka pori-pori dengan efektif.