7 Cara Kelola Amarah agar Tetap Elegan
- https://pixabay.com/id/illustrations/bisnis-wanita-rakyat-pengusaha-8779378/
Gaya Hidup, VIVA Banyuwangi – Siapa yang kalau sedang marah sering kehilangan kontrol? Marah-marah hingga seperti orang kena sambet atau kehilangan kewarasan. Jangan ya. Yuk kita kenali cara mengelola amarah agar tetap elegan.
Marah adalah emosi yang manusiawi, termasuk marah di tempat kerja. Sekalipun demikian, cara mengungkapkan kemarahan itu juga harus benar. Jika kamu merasa kesal dengan situasi atau rekan kerja, ungkapkanlah dengan cara yang bijak dan elegan.
Dilansir dari makhmud_kuncahyo, ada 7 cara untuk tetap profesional meski sedang marah di tempat kerja.
1. Kenali Emosi Sebelum Bereaksi
Sebelum meluapkan amarah, coba kenali dahulu perasaanmu. Apakah kamu benar-benar marah atau hanya kecewa? Dengan memahami perasaanmu, kamu bisa memilih cara yang tepat untuk merespon.
Contoh: “Saya merasa tidak dihargai karena pekerjaan saya tidak diperhatikan.”
2. Gunakan Kalimat Yang Tegas Bukan Menyerang
Ungkapkan perasaan dengan cara yang tidak menyalahkan orang lain. Ini kunci untuk tetap elegan. Hindari kata-kata yang bisa menuduh atau menyalahkan, seperti:
- “Kamu selalu….”
- “Kamu tidak pernah ….”
Sebaiknya pilih jenis kalimat seperti:
- “Saya merasa ….”
- “Saya agak kecewa karena tidak diberi cukup informasi, sehingga saya kesulitan menyelesaikan tugas dengan baik.”
3. Kendalikan Diri
Orang marah cenderung agresif dari nada maupun bahasa tubuhnya. Jangan biarkan emosi menguasaimu. Bicaralah dengan tenang. Tunjukkan sikap terbuka yang dapat membuat orang lebih mudah menerima kritikmu.
Contoh: “Saya ingin berbicara tentang beberapa hal yang membuat saya sedikit kecewa. Apakah kita bisa meluangkan waktu sejenak?”
4. Fokus Ke Solusi Bukan Masalah
Daripada melampiaskan kemarahan, lebih baik fokus pada solusi yang bisa diambil. Hal ini menunjukkan bahwa kamu tidak hanya ingin mengeluh, tetapi juga ingin memperbaiki situasi.
Contoh: “Saya rasa masalah ini bisa diatasi jika kita memperjelas alur komunikasi di tim. Bagaimana kalau kita melakukan meeting lebih rutin?”
5. Tahu Sikon
Jika kamu merasa marah, lebih baik mengatur waktu untuk berbicara secara pribadi dengan orang yang bersangkutan. Hindari mengungkapkan amarah di depan orang banyak. Hal itu dapat merusak situasi dan reputasi profesionalmu.