Sakit Hati Bisa Sembuh di Gym, Ini Kata Psikiater !

Galau? Gym aja dulu.
Sumber :
  • https://www.freepik.com/free-photo/low-angle-view-unrecognizable-muscular-build-man-preparing-lifting-barbell-health-club_25743546.htm

Kesehatan, VIVA Banyuwangi – Patah hati kerap membuat orang kehilangan semangat, susah tidur, bahkan kehilangan nafsu makan. Tapi menurut sejumlah pakar kesehatan mental, olahraga fisik seperti gym dapat membantu meredakan efek emosional dari sakit hati.

img_title Peran Vital Nutrisi dan Gizi bagi Kesehatan Otak

Cek Produk Rekomendasi Kami
Deker Kaki Beludru Imitasi Bulu Kelinci Knee Support Velvet

Deker Kaki Beludru Imitasi Bulu Kelinci Knee Support Velvet

Mulai dari

Rp.10.000

Menurut psikiater dari American Psychiatric Association, aktivitas fisik mampu meningkatkan produksi endorfin dan serotonin, dua hormon yang berkaitan dengan perasaan senang dan stabilitas suasana hati. Bahkan, olahraga rutin dapat menurunkan kadar kortisol (hormon stres) yang meningkat saat seseorang mengalami tekanan emosional.

img_title Pendekatan Medis dan Alami dalam Cara Meningkatkan Memori Otak

Cek Produk Rekomendasi Kami
DEKER LUTUT ALAT TERAPI PELINDUNG LUTUT KNEE SUPPORT KNEE PAD PATELLA TERBUKA

DEKER LUTUT ALAT TERAPI PELINDUNG LUTUT KNEE SUPPORT KNEE PAD PATELLA TERBUKA

Mulai dari

Rp.49.600

Dalam jurnal Frontiers in Psychology (2021), disebutkan bahwa olahraga intensitas sedang hingga tinggi dapat memberikan efek serupa terapi kognitif perilaku dalam meredakan gejala gangguan kecemasan ringan dan sedang.

img_title Pikun di Usia Remaja: Mitos atau Fakta?

Gym memberi ruang aman bagi seseorang untuk fokus pada diri sendiri, membangun rutinitas baru, serta meningkatkan kepercayaan diri melalui progres fisik.

Di samping itu, interaksi sosial di pusat kebugaran juga bisa menjadi faktor penyembuhan tambahan. Bertemu orang-orang baru atau sekadar menyapa pelatih bisa membantu meringankan rasa kesepian.

Psikiater merekomendasikan beberapa jenis olahraga yang cocok untuk pemulihan emosional:

- Cardio (lari, bersepeda statis): meningkatkan detak jantung dan pelepasan endorfin

- Strength training (angkat beban): membantu fokus dan mengalihkan pikiran negatif

- Yoga dan stretching: menurunkan ketegangan otot akibat stres

Disarankan olahraga dilakukan secara konsisten 3–5 kali seminggu dengan durasi minimal 30 menit. Untuk hasil maksimal, kombinasikan olahraga dengan pola tidur yang cukup dan konsumsi makanan bergizi.

Gym Bukan Pengganti Terapi

Meski bermanfaat, para ahli mengingatkan bahwa gym bukan pengganti sesi terapi psikologis atau psikiater profesional, terutama jika gejala emosional tergolong berat atau menetap.

Namun, sebagai pelengkap perawatan mental dan pengalihan sehat dari pikiran negatif, olahraga di gym bisa menjadi solusi yang positif dan produktif. Langkah kecil seperti ini bisa membawa dampak besar bagi kestabilan emosi dan penyembuhan hati.