Benarkah Vape Lebih Baik daripada Rokok?
- https://www.freepik.com/search?format=search&last_filter=page&last_value=2&page=2&query=vape+rokok#uuid=f3d722f8-5dd7-4fb8-8c6a-73223a8da68c
Gaya Hidup, VIVA Banyuwangi – Vape merupakan fenomena baru yang digemari pemuda dan orang dewasa. Penggunaan vape relatif praktis, mudah dan hemat dibanding rokok konvensional yang semakin tahun semakin naik harga belinya.
Beberapa orang meyakini bahwa vape tidak lebih berbahaya daripada rokok konvensional. Padahal jika kita menilisik penelitian para ahli, vape mempunyai efek samping yang tidak kalah bahayanya dengan rokok konvensional.
Vape vs Rokok
Vape biasanya mengandung nikotin yang tercampur dalam liquid sehinga menimbulkan dampak kecanduan bagi penggunanya. Zat adiktif yang diekstrak dari tembakau tersebut merupakan elemen yang menawarkan rasa variatif yang sensasinya sama seperti rokok.
Vape mengandung logam beracun seperti timbal, nikel, timah yang menurut para ahli dapat menyebabkan kanker. Vape juga memiliki dampak penyebab radang paru-paru dan kesulitan bernafas serta dapat membahayakan jantung dan sistem kekebalan tubuh.
Sedangkan rokok mengandung nikotin, mengandung 7000 bahan kimia, setidaknya 250 diantaranya dapat membahayakan kesehatan dan 70 diketahui menyebabkan kanker. Rokok juga membahayakan hampir seluruh organ dalam tubuh dan meningkatkan risiko penyakit jantung, stroke dan kanker paru-paru.
Elemen dan Kandungan Vape yang Membahayakan Kesehatan
Vape bekerja dengan menggunakan baterai untuk memanaskan kumparan. Kumparan ini kemudian menguapkan cairan dalam kardit sehingga menghasilkan aerosol yang dihirup. Cairan tersebut mengandung nikotin dan bahan kimia lain yang kemudian terhirup ke dalam paru-paru.
Meskipun jarang terjadi, baterai dalam rokok elektrik terkadang dapat mengalami kegagalan fungsi, terlalu panas atau bahkan meledak tanpa peringatan yang dapat mengakibatkan cedera pada kulit.
Meskipun vape tidak mengandung banyak bahan kimia beracun seperti rokok konvensional. Namun vape memiliki zat berbahaya yang ditemukan seperti logam berat, formaldehida, perasa dan pertikel yang sangat halus.
Selain vape berbahan kimia, beberapa cairan dan perangkat mengandung logam berat seperti timbal dan nikel yang dapat menjadi racun jika terhirup. Sebuah study mengamati konsentrasi logam beracun dalam aerosol vape, menemukan hampir setengah dari sampel yang mereka uji 48% memiliki kadar timbal di luar batas aman yang ditetapkan.