Maba Drop? Bukan Cuma Culture Shock, tapi Health Shock!

Maba drop bukan drama,itu tanda tubuh butuh adaptasi!
Sumber :
  • https://www.freepik.com/free-photo/group-student-sitting-park-after-class-enjoy-talking-together_3174738.htm

Kesehatan, VIVA Banyuwangi – Banyak mahasiswa baru alias maba sering mengalami penurunan kondisi fisik dan mental di awal masa perkuliahan. Mulai dari badan lemas, mudah sakit, hingga merasa kosong dan kehilangan semangat. Selama ini, kita lebih mengenalnya sebagai culture shock,kaget karena perubahan budaya atau lingkungan sosial. Padahal, fenomena ini juga bisa disebut health shock, yaitu reaksi tubuh terhadap perubahan besar dalam gaya hidup, rutinitas, dan tekanan mental.

img_title Seni Pengemasan Madu Mentah dan Sarang Lebah untuk Parsel Kesehatan Eksklusif

Menurut Centers for Disease Control and Prevention (CDC), masa transisi ke kehidupan kampus memang menjadi momen krusial yang rentan terhadap masalah kesehatan, baik fisik maupun mental. Kurang tidur, pola makan tidak sehat, stres akademik, hingga kesepian adalah kombinasi yang bisa mengguncang daya tahan tubuh mahasiswa.

Bukan cuma Soal Rindu Rumah

img_title Peran Vital Nutrisi dan Gizi bagi Kesehatan Otak

Sebagian maba harus meninggalkan kota asal dan tinggal jauh dari keluarga. Adaptasi lingkungan baru, tugas kuliah yang menumpuk, hingga tekanan sosial untuk “cepat nyambung” dengan teman-teman bisa membuat kondisi mental jadi tidak stabil. Tapi tak banyak yang sadar, bahwa adaptasi itu juga mengganggu kestabilan fisik.

Laporan dari American College Health Association (ACHA) mencatat bahwa 6 dari 10 mahasiswa mengalami tingkat stres yang tinggi dalam tiga bulan pertama kuliah. Sekitar 30% dari mereka melaporkan kondisi fisik yang melemah,lebih sering sakit, kehilangan energi, hingga penurunan produktivitas.

img_title Pendekatan Medis dan Alami dalam Cara Meningkatkan Memori Otak

Gejala Health Shock yang Sering Diabaikan

Health shock pada mahasiswa baru bisa datang diam-diam dan disalahartikan sebagai ‘mager’, ‘butuh adaptasi’, atau ‘belum biasa’. Padahal tubuh sedang memberikan sinyal. Beberapa gejala yang patut diwaspadai:

- Merasa cepat lelah tanpa sebab jelas

- Sakit kepala, nyeri lambung, atau flu berulang

- Pola makan berantakan (terlalu banyak atau malah hilang nafsu makan)

- Susah tidur, tidur terlalu banyak, atau mimpi buruk

- Mood swing, overthinking, menangis tanpa alasan, merasa kosong

Jika kondisi ini terus berlanjut, bisa memengaruhi nilai akademik, hubungan sosial, dan bahkan risiko gangguan kesehatan mental jangka panjang seperti burnout atau depresi.

Tips agar Maba Tetap Waras dan Sehat

Halaman Selanjutnya
img_title