Antraks! Penyakit yang Ditimbulkan oleh Hewan Berdarah Panas

Hewan yang terinfeksi Antraks
Sumber :
  • https://www.istockphoto.com/id/foto/dokter-hewan-menyuntik-sapi-di-leher-terhadap-antraks-gm1768807137-545611493?searchscope=image%2Cfilm

Gaya Hidup, VIVA Banyuwangi – Penyakit antraks merupakan salah satu penyakit yang sudah dikenal selama berabad-abad. Kuman antraks pertama kali di isolasi oleh Robert Koch pada tahun 1877. Meskipun penyakit alaminya sudah banyak berkurang, antraks menarik perhatian karena dapat digunakan sebagai senjata biologis.

img_title Seni Pengemasan Madu Mentah dan Sarang Lebah untuk Parsel Kesehatan Eksklusif

Antraks merupakan penyakit pada hewan terutama hewan berdarah panas dan pemakan rumput (herbivora) seperti sapi, kerbau, kambing, domba, dan kuda. Antraks dapat juga dapat ditemukan pada hewan liar seperti babi hutan, rusa, dan kelinci.

Terminologi kata antraks dalam bahaya yunani ‘anthrax’ yang berarti arang atau batubara, dalam bahasa inggris disebut coal, dan dalam Bahasa Prancis disebit carbon. Karena terbentuk luka yang berwarna hitam di kulit penderita.

img_title Peran Vital Nutrisi dan Gizi bagi Kesehatan Otak

Penyebab

Penyakit antraks adalah penyakit yang disebabkan oleh Bacillus anthracis pada binatang (zoonotik) ternak dan binatang buas yang ditularkan pada manusia. Bacillus anthracis adalah bakteri gram positif, tidak bisa bergerak, berkapsul dan dapat membentuk spora. Pembentukan spora terjadi pada keadaan aerob dan sedikit kalsium, yaitu di alam terbuka seperti di tanah atau di udara luar. Bakteri untuk mempunyai ukuran 1-2 um x 5-10 um, berbentuk batang, ujung batang berbatas tegas, tersusun berderet-deret yang membentuk formasi seperti ruas bamboo atau batu bata memanjang. Spora antraks berbentuk oval, tidak terlihat pada pewarnaan gram kecil kecuali dengsn pewarnaan khusus. Spora antraks tahan terhadap cuaca panas dan dingin dan akan kembali aktif setelah masuk ke dalam tubuh manusia.

img_title Pendekatan Medis dan Alami dalam Cara Meningkatkan Memori Otak

Spora dapat bertahan selama 60 tahun pada tanah kering. Spora akan masti pada suhu 100°C (suhu air mendidih) dalam waktu 10 menit, pada karbol 5% dalam waktu 40 hari, pada formalin 10 %  dalam waktu 4 jam, dan pada hydrogen peroksida dalam waktu 1 jam.

Penularan

Manusia terjangkit antraks biasanya akibat kontak langsung atau tidak langsung dengan binatang atau bahan yang berasal dari binatang terinfeksi. Proses penularan penyakit antraks pada manusia secara umum bisa terjadi melalui beberapa cara, yakni; melalui luka terbuka di kulit, melalui saluran pernapasan, dan melalui saluran pencernaan. Selain itu, bakteri penyebab penyakit antraks jug adapt masuk ke dalam tubuh manusia melalui jarum suntik. Penularan penyakit ini biasanya terjadi pada pengguna narkoba suntik yang memakai jarum suntik secara bergantian.

Halaman Selanjutnya
img_title