Simak Efek Rumah Kaca dan Perubahan Iklim, Apa Saja?

Simak Bahaya Efek Rumah Kaca dan Perubahan Iklim!
Sumber :
  • https://unsplash.com/id/foto/lapangan-rumput-coklat-dan-hijau-di-dekat-badan-air-di-bawah-langit-mendung-pada-siang-hari-K5KmnZHv1Pg

Gaya Hidup, VIVA BanyuwangiPerubahan iklim kini menjadi salah satu tantangan global yang paling mendesak untuk diatasi. Fenomena ini ditandai dengan meningkatnya suhu rata-rata bumi secara global. Penyebab utamanya berasal dari aktivitas manusia, terutama emisi gas efek rumah kaca. Dampak dari perubahan ini mencakup cuaca ekstrem, naiknya permukaan laut, mencairnya es di kutub, hingga ancaman terhadap ketahanan pangan serta kesehatan manusia. Tidak hanya negara-negara besar, Indonesia pun turut merasakan efeknya. Mulai dari kejadian banjir, kekeringan panjang, hingga suhu udara yang semakin meningkat.

img_title Cara Membuat Fake Project untuk Portfolio, Cocok untuk Fresh Graduate

Lembaga Ilmu Pengetahuan Indonesia (LIPI), yang kini telah bergabung dalam Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN), merupakan salah satu lembaga riset paling tua dan kredibel di Indonesia. Selama beberapa dekade, lembaga ini telah banyak melakukan riset ilmiah, termasuk di bidang lingkungan dan perubahan iklim. Melalui pendekatan berbasis data dan sains, LIPI berperan penting dalam memberi masukan kebijakan yang relevan bagi pemerintah serta edukasi bagi masyarakat luas dalam menghadapi krisis iklim secara berkelanjutan.

Apa Itu Efek Rumah Kaca?

img_title Belum Punya Pengalaman? Ini Ide Fake Project untuk Portfolio

Efek rumah kaca adalah proses alami yang menjaga kestabilan suhu bumi agar memungkinkan kehidupan berlangsung. Secara ilmiah, efek ini terjadi karena adanya gas-gas tertentu di atmosfer yang menangkap serta memantulkan kembali radiasi panas dari bumi, sehingga tidak semuanya terlepas ke luar angkasa.

Prosesnya bermula saat sinar matahari menembus atmosfer dan sebagian besar diserap oleh permukaan bumi. Setelah itu, bumi memancarkan kembali energi dalam bentuk radiasi inframerah. Gas rumah kaca yang ada di atmosfer akan menyerap dan memantulkan kembali radiasi tersebut ke permukaan bumi, menjaga suhu tetap hangat. Namun, jika konsentrasi gas ini berlebihan, maka bumi akan menjadi terlalu panas dan memicu pemanasan global.

img_title Memulai Hobi Aquaponik, Cara Sederhana untuk Pemula di Rumah

Menurut penelitian LIPI, ada beberapa gas utama yang menjadi penyebab efek rumah kaca. Di antaranya adalah karbon dioksida (CO₂), yang berasal dari pembakaran bahan bakar fosil seperti minyak, batu bara, dan gas. Kemudian metana (CH₄) yang dihasilkan dari aktivitas pertanian, peternakan, dan pembusukan sampah organik. Selanjutnya ada dinitrogen oksida (N₂O), yang berasal dari penggunaan pupuk pertanian dan industri. Dan terakhir adalah klorofluorokarbon (CFC), yang digunakan dalam produk pendingin dan aerosol, meskipun saat ini penggunaannya telah banyak dibatasi karena merusak lapisan ozon.

Halaman Selanjutnya
img_title