Perlu Diwaspadai! Ini Gejala Demam Berdarah pada Anak
- https://www.freepik.com/free-photo/mosquito_4108060.htm
Kesehatan, VIVA Banyuwangi – Mengetahui gejala demam berdarah pada anak sangat penting agar dapat dideteksi sejak dini dan segera ditangani. Apalagi, demam berdarah yang tidak segera ditangani dengan benar, bisa beresiko mengalami komplikasi dan berakibat fatal.
Salah satu gejala DBD pada anak-anak yang khas adalah demam dengan pola pelana kuda. Anak demam pada hari 1 - 3, kemudian masuk fase kritis pada hari 4 - 6 ditandai penurunan suhu, kemudian fase penyembuhan saat kembali mengalami kenaikan suhu selama 2 - 3 hari.
Pada fase awal, DBD anak mirip seperti flu biasa sehingga sering diabaikan, padahal sebenarnya ada beberapa gejala khas jika dicermati kembali. Dirangkum dari Alodokter, ada beberapa gejala DBD anak yang perlu diketahui oleh orang tua seperti penjelasan berikut.
1. Demam Tinggi
Gejala DBD anak yang paling umum adalah demam tinggi, biasanya suhu tubuh bisa naik hingga mencapai 40 C. Demam ini biasa terjadi pada hari 1 - 3 dengan beberapa gejala lainnya seperti mual, muntah, juga nyeri pada bagian otot, tulang, dan sendi.
2. Bintik Merah
Gejala lainnya yang cukup khas dan mudah terdeteksi ketika anak terkena demam berdarah adalah munculnya bintik merah di seluruh tubuh. Jika bintik merah ini telah muncul, jumlah keping darah sudah turun dan masuk ke dalam fase kritis DBD.
Meski demikian, fase kritis tidak hanya ditandai dengan munculnya bintik merah saja, namun juga suhu badan turun pada hari ke 4 sampai 6. Pada fase ini, jumlah keping darah turun sehingga anak mudah mengalami pendarahan, tandanya bintik merah tidak hilang saat ditekan, mimisan, atau memar.
3. Sakit Kepala
Sakit kepala berat menjadi gejala demam berdarah lainnya, umumnya diikuti nyeri di belakang mata, nyeri sendi, otot, juga tulang. Tidak dapat menjelaskan keluhannya, namun sakit kepala ini akan menyebabkan anak rewel, gelisah, dan kesulitan tidur.
4. Nyeri
Sering disebut dengan breakbone fever, rasa nyeri demam berdarah memang cukup berat, bahkan bisa terasa seperti patah tulang. Rasa nyeri pada otot, sendi, dan tulang, tidak hanya dirasakan oleh orang dewasa, namun juga anak-anak yang mengalami gejala DBD.