Bahaya Mencongkel Cantengan Sembarangan
- canva/elenavagengeim
Kesehatan, VIVA Banyuwangi – Cantengan atau kuku yang tumbuh ke dalam sering menimbulkan rasa nyeri, bengkak, dan terkadang bernanah. Banyak orang mencoba mengatasinya dengan cara instan: mencongkel sendiri kuku yang bermasalah. Padahal, tindakan ini bisa menimbulkan komplikasi serius jika tidak dilakukan dengan teknik steril dan benar.
Mengapa Tidak Boleh Mencongkel Cantengan?
Mencongkel cantengan tanpa alat steril dan pengetahuan medis dapat memperparah luka dan menyebabkan infeksi serius. Luka terbuka akibat congkelan dapat menjadi pintu masuk bagi bakteri, terutama jika tangan atau alat yang digunakan tidak higienis.
Berdasarkan penelitian oleh Reinke dengan judul Complications of Improper Nail Removal Techniques, disebutkan bahwa “pencabutan kuku secara paksa tanpa prosedur aseptik meningkatkan risiko infeksi hingga 60% dan memperlambat proses penyembuhan.”
Risiko Infeksi Lebih Parah
Selain menyebabkan infeksi, mencongkel kuku juga bisa merusak jaringan di sekitar kuku, menyebabkan deformitas kuku permanen, bahkan risiko infeksi menyebar ke tulang (osteomielitis), terutama pada pasien dengan diabetes.
Menurut penelitian oleh Yosipovitch (2014) dalam jurnal Nail Disorders and Infection Risk,
“Intervensi kuku tanpa pengawasan medis berisiko menyebabkan selulitis dan infeksi jaringan lunak yang membutuhkan perawatan antibiotik sistemik atau bahkan pembedahan.”
Cara Aman Atasi Cantengan
Langkah awal yang aman adalah merendam kaki dalam air hangat bercampur garam untuk mengurangi peradangan. Gunakan salep antibiotik topikal dan hindari sepatu ketat. Bila rasa sakit berlanjut atau muncul nanah, segera temui dokter untuk tindakan yang tepat seperti partial nail avulsion (pengangkatan sebagian kuku) dengan anestesi lokal.
Kesimpulan
Mencongkel cantengan sembarangan bukan solusi, justru bisa memperburuk kondisi. Perawatan medis lebih aman dan efektif. Jangan anggap remeh cantengan, terutama jika kamu memiliki kondisi seperti diabetes atau sirkulasi darah yang buruk.