Apa Itu Diabetes? Gejala, Penyebab, dan Cara Mengatasinya

Apa Itu Diabetes? Gejala, Penyebab, dan Cara Mengatasinya
Sumber :
  • Nataliya Vaitkevich

Gaya Hidup, VIVA Banyuwangi – Diabetes adalah penyakit kronis yang terjadi ketika kadar gula darah dalam tubuh terlalu tinggi. Kondisi ini bisa dialami siapa saja, baik anak-anak maupun orang dewasa. Tanpa penanganan yang tepat, diabetes dapat menimbulkan komplikasi serius seperti gagal ginjal, kebutaan, bahkan amputasi. 

img_title Titanium dan Serat Karbon, Rahasia Motor Listrik Premium

Gejala Diabetes

Gejala awal diabetes sering kali tak disadari. Namun, beberapa tanda umum yang perlu diwaspadai antara lain:

img_title Supercar Limited Edition, Mengapa Harganya Terus Naik?

1.       Sering buang air kecil

  1. Cepat haus dan lapar
  2. Berat badan turun drastis
  3. Luka sulit sembuh
  4. Penglihatan kabur
img_title Honda Gold Wing, Raja Touring dengan Airbag Bawaan

Berdasarkan penelitian oleh Frier (2008) dengan judul Hypoglycaemia in diabetes mellitus, gejala diabetes bisa semakin parah seiring tidak terkontrolnya kadar gula darah, bahkan bisa memicu kondisi hipoglikemia dan hilangnya kesadaran.

Penyebab Diabetes

Penyebab utama diabetes tipe 1 adalah kerusakan sistem kekebalan tubuh yang menyerang sel penghasil insulin di pankreas. Sementara diabetes tipe 2 disebabkan oleh resistensi insulin yang berkaitan erat dengan gaya hidup, pola makan, dan obesitas.

Penelitian oleh DeFronzo (2004) dengan judul Pathogenesis of type 2 diabetes mellitus menyatakan bahwa gaya hidup tidak aktif dan konsumsi makanan tinggi gula menjadi pemicu utama meningkatnya kasus diabetes tipe 2 di seluruh dunia.

Cara Mengatasi Diabetes

Langkah pertama dalam mengelola diabetes adalah menjaga pola makan sehat dan rutin berolahraga. Penderita juga harus memantau kadar gula darah secara berkala. Dalam beberapa kasus, dokter mungkin meresepkan insulin atau obat penurun gula darah.

Menurut studi oleh Nathan (2005) berjudul Management of hyperglycemia in type 2 diabetes, pendekatan holistik berupa diet, obat, dan gaya hidup sehat mampu menurunkan risiko komplikasi hingga 60 persen.