Cara Hadapi Orang yang Suka Menyindir

Orang bahagia meskipun disindir pilih fokus pada tujuan
Sumber :
  • https://pixabay.com/id/photos/remaja-model-mode-661942/

Gaya Hidup, VIVA Banyuwangi – Ketika ada yang nyindir-nyindir kamu, senggol-senggol kamu, bagaimana reaksimu? Kamu marah, kamu temui orang yang menyindirmu, atau kamu jauhi? Mungkin kamu justru ingin membalas dengan menyindir balik?

img_title Belum Punya Pengalaman? Ini Ide Fake Project untuk Portfolio

Membiarkan

Bagi orang-orang tertentu yang sudah dewasa pemikirannya, mereka akan lebih memilih membiarkan. “Ah, sudahlah, buat apa diladeni. Mungkin mental orang itu sedang tidak baik. Suasana hatinya sedang runyam, banyak masalah tidak terselesaikan.”

img_title Memulai Hobi Aquaponik, Cara Sederhana untuk Pemula di Rumah

Kamu yang tadinya ingin ikut tantrum, marah, bereaksi, sekarang bila ingat pemikiran seperti di atas, sekarang menjadi ke arah kasihan. “Oh, mungkin dia sedang tidak bahagia. Apa yang sedang kamu inginkan? Kamu mau validasi soal apa? Serendah itukah kamu membandingkan dirimu dengan orang lain?”

Jadi semakin terlihat jelas, bahwa orang yang suka menyindir-nyindir itu lebih kelihatan kekanakan. Mereka jengkel dengan diri sendiri. Namun bukannya memperbaiki diri, dia justru memunculkan rasa iri hatinya pada orang lain. Pelampiasannya dengan menyindir-nyindir orang yang diirinya.

img_title Memulai Hobi Mendaki? Ini Peralatan yang Wajib Kamu Bawa

Orang Bahagia

Lain halnya dengan orang yang benar-benar bahagia. Orang bahagia tidak akan punya waktu untuk menjelek-jelekan orang lain. Ogah mencari-cari kesalahan orang lain. Tidak berminat memprovokasi orang lain untuk ikut tidak menyukai orang yang tidak dia sukai.

Orang yang bahagia dengan hidupnya lebih suka memikirkan apa rencana ke depannya. Entah itu akan traveling atau menyelesaikan pekerjaannya. Mereka hanya fokus dengan apa yang menjadi pertumbuhan dan kebahagiaannya.

Cara Menghadapi

Jadi mulai sekarang kalau ada orang yang suka menyindir-yindir kamu seperti itu, lebih baik simpan eneregimu. Tidak perlu diladeni. Gunakan waktumu untuk hal lain yang lebih bermanfaat atau penting.

Kalau mereka menganggap hal ini sebagai suatu kompetisi atau pertandingan, antara kamu dan dia. Pertandingan antara kalian dan mereka, cukup dikasihani saja. Doakan saja yang terbaik untuk mereka.