Biar Tidak Jadi Flying Monkey, Pahami 3 Hal Ini
- https://pixabay.com/id/photos/berjalan-jalan-pasangan-taman-3755342/
Gaya Hidup, VIVA Banyuwangi – Pernahkah kamu membela mati-matian teman atau pasangan, tetapi justru dia adalah pelaku utama dari kekacauan yang terjadi? Hati-hati, sepertinya kamu sedang diperalat menjadi “Flying monkey”. Ini bukan soal kera terbang dalam cerita dongeng. Ini istilah dalam psikologi untuk menyebut orang-orang yang membantu pelaku NPD (Narsistik Personality Disorder), secara sadar maupun tidak sadar.
Mengenal Flying Monkey
Flyling monkey adalah sebutan untuk seseorang yang dimanipulasi oleh pihak lain (biasanya narsistik/NPD) untuk melakukan pekerjaan kotor mereka. Kamu menjadi kaki tangan si narsistik. Kamu dikendalikan untuk menyebarkan gosip, memutar balikkan fakta, mengancam, bahkan menyerang orang yang dianggap musuh oleh si narsistik. Kamu justru membantu orang yang menjadi pelaku kejahatan yang sebenarnya.
Fyling monkey ibarat bahan bakar yang membuat si narsisitik makin percaya diri, makin kejam, makin merasa paling benar sendiri. Karena ia tahu selalu ada orang yang membantunya. Tidak peduli seberapa buruk pun perbuatannya.
Contohnya begini:
Temanmu, sebut saja Sarah, sering bercerita buruk tentang temanmu yang lain, yaitu Doni. Sarah terus-menerus menyakinkamu bahwa Doni adalah orang yang jahat dan pembohong. Karena percaya, kamu pun mulai menjauhi Doni. Kamu juga ikut-ikutan menyebarkan cerita tentang buruknya Doni pada teman yang lain. Tanpa sadar, kamu menjadi alat bagi Sarah untuk menghancurkan reputasi Doni.
Ada 3 penyebab hal ini bisa terjadi.
Pelaku sering bermain emosi denganmu. Mereka membuatmu merasa bersalah jika tidak membantu atau merasa istimewa karena dipercaya.
2. Loyalitas yang buta
Kamu merasa wajib membela teman atau pasanganmu, bahkan tanpa mencari tahu kebenarannya.
3. Takut dikucilkan
Kamu khawatir jika tidak mengikuti perintah, kamu akan dijauhi.
Cara Menghindari Jadi Flying Monkey
Ingatlah bahwa kamu juga punya akal budi. Jangan mudah diprovokasi untuk menjadi alat orang lain. Lakukanlah 3 cara berikut.
Jangan langsung percaya pada satu pihak. Cari tahu dari berbagai sumber lain dan dengarkan dari sudut pandang mereka.
2. Tentukan batasan
Berani berkata tidak jika ada permintaan yang terasa aneh atau tidak benar.