Mengapa Mood Turun Saat Perut Kosong?
- https://www.pexels.com/photo/little-girl-eating-huge-delicious-sandwich-5693056/
Gaya Hidup, VIVA Banyuwangi – Kadang saat perut keroncongan, kesabaran seperti ikut menghilang, rasa cemas, marah, atau sedih bisa muncul tanpa alasan jelas. Kenyataannya, rasa lapar memang dapat memengaruhi emosi. Beragam penelitian telah membuktikan bahwa kondisi fisik seperti menurunnya kadar gula darah tidak hanya memengaruhi otak, tetapi juga suasana hati secara signifikan. Lalu bagaimana lapar dapat mengacaukan mood?
Bukti Ilmiah tentang Lapar dan Emosi
Lebih Banyak Emosi Negatif, Lebih Sedikit Positif
Sebuah studi pada perempuan dengan berat badan sehat (oleh jurnal Appetite) menemukan bahwa mereka yang berpuasa selama 14 jam melaporkan lonjakan emosi negatif seperti ketegangan, kemarahan, kebingungan, dan kelelahan, sekaligus penurunan emosi positif seperti semangat dan harga diri.
“Hangry” Itu Benar Ada
Dalam penelitian berbasis experience sampling, naik turunnya rasa lapar harian dikorelasikan dengan iritabilitas tinggi, emosi negatif seperti marah, serta tingkat kesenangan yang rendah, bahkan dalam rutinitas harian. Rasa lapar menjelaskan hingga 56% variasi dalam iritabilitas.
Mood Negatif Saat Lapar Itu Nyata
Studi di University of Groningen menyimpulkan bahwa saat kita lapar, mood kita benar-benar memburuk dan sensorik seperti doomscrolling bisa memperparah perasaan negatif karena persepsi kita menjadi lebih pesimis.
Hunger Bisa Memicu Risiko Depresi
Data dari remaja sekolah di Ekuador menunjukkan bahwa anak-anak yang lapar karena keterbatasan akses pangan memiliki risiko lebih tinggi mengalami gejala depresi dan ideasi bunuh diri.
Lapar & Suasana Hati itu Saling Mempengaruhi
Studi besar dengan Ecological Momentary Assessment memperlihatkan bahwa rasa lapar tidak selalu menyebabkan emosi negative, justru dalam beberapa kasus, lapar bisa membangkitkan perasaan aktif dan vitalitas. Namun, rasa lesu atau sulit berpikir bakal menurunkan rasa lapar.
Lapar tidak sekadar memicu rasa tidak nyaman, ia bisa mengubah suasana hati, membuat kita cepat marah, kehilangan fokus, bahkan menurunkan semangat. Dalam situasi ekstrem, dampaknya bisa lebih berat, seperti risiko depresi pada remaja. Kabar baiknya adalah menjaga pola makan seimbang dan makan tepat waktu dapat membantu mengatur mood dan menjaga stabilitas emosional. Jadi, jangan lupa makan ya! bukan hanya untuk tubuh, tetapi juga untuk ketenangan pikiranmu.