Penyebab dan Cara Atasi Mata Kedutan
- Alexas/Pixabay
Gaya Hidup, VIVA Banyuwangi – Tiba-tiba matamu berkedut sendiri? Tenang, itu bukan pertanda ada yang kangen atau kamu mau mendapat rejeki nomplok. Bukan pula ada yang sedang membicarakanmu atau itu pertanda kamu akan menangis.
Kedutan di mata, sama seperti otot tegang, sulit tidur, atau pikiran tiba-tiba kosong. Bisa jadi itu adalah sinyal dari tubuhmu kalau ada yang perlu kamu perhatikan.
Dilansir dari alodokter.com, mata kedutan tanda adanya masalah kesehatan yang perlu diwaspadai karena dapat mengganggu aktivitasmu. Mata kedutan tidak berbahaya dan dapat hilang dengan sendirinya.
Penyebab Mata Kedutan
Mata kedutan umumnya terjadi dari jenis kedutan minor. Kedutan minor atau kecil pada kelopak mata sering muncul akibat kelelahan, stres, kebiasaan merokok, atau konsumsi minuman berkafein dan minuman beralkohol secara berlebihan.
Namun dapat juga karena iritasi pada kornea atau konjungtiva, yaitu selaput yang melapisi kelopak mata. Mata kedutan minor umumnya tidak terasa nyeri dan tidak berbahaya.
Cara Atasi Mata Kedutan
Mata kedutan umumnya tidak memerlukan penanganan khusus dan akan hilang dengan sendirinya. Namun, jika tidak kunjung membaik, kamu dapat mencoba cara-cara berikut ini:
1. Cukupi waktu istirahat.
2. Batasi konsumsi minuman berkafein dan minuman beralkohol.
3. Hentikan kebiasaan merokok.
4. Jaga permukaan mata agar tetap lembap menggunakan obat tetes mata.
5. Berikan kompres hangat ketika mata kedutan mulai terasa.
6. Batasi waktu saat menatap layar alat elektronik, seperti komputer, laptop atau ponsel. Biasakan istirahatkan mata sejenak setiap mata mulai terasa lelah atau tidak nyaman.
Penanganan mata kedutan dilakukan berdasarkan penyebab yang mendasarinya. Maka jika mata kedutan tidak kunjung reda, konsultasikan ke dokter.
Perhatikan Sinyal Tubuh
Pernahkah kamu bekerja terus-menerus tanpa istirahat? Atau kamu begadang maraton demi menyelesaikan tugas? Nah, kedutan mata ini adalah salah satu tanda tubuhmu berteriak, “Hai, ada yang harus berubah. Nggak bisa begini terus!”
Banyak orang mengabaikan sinyal-sinyal kecil ini, sampai akhirnya tubuh “memaksa” mereka berhenti. Padahal kamu bisa mulai merawat diri dari sekarang dengan mendengarkan tubuh sebelum terlambat.