Bakso Thetelan, Gurihnya Bikin Lupa Pulang
- https://i0.wp.com/i.gojekapi.com/darkroom/gofood-indonesia/v2/images/uploads/6fcf6da6-0e54-4aaa-a32a-15d3b57744c7_Go-Biz_20210826_101135.jpeg
Kuliner, VIVA Banyuwangi –Dalam dunia per-bakso-an, nama “thetelan” merujuk pada potongan kecil daging sapi—seringkali bagian yang berlemak, berotot, atau tercampur tulang rawan—yang direbus lama hingga empuk dan gurih. Inilah yang membuat thetelan berbeda dari daging biasa. Thetelan memiliki tekstur yang unik: tidak benar-benar lembut, tidak pula keras, tapi punya gigitan yang memuaskan.
Penjual bakso tradisional biasanya menambahkan thetelan untuk memperkaya rasa kuah. Saat direbus selama berjam-jam dalam bumbu bawang putih, lada, garam, dan kadang sedikit tulang sapi, thetelan mengeluarkan sari gurih alami yang membuat kuah bakso terasa lebih hidup. Tak heran, banyak pelanggan mencari bakso bukan hanya karena pentolnya, tapi karena thetelannya.
Kuah bakso adalah jantung dari hidangan ini. Dan ketika kuah bercampur dengan sari-sari thetelan yang lama dipresto atau direbus perlahan, aromanya berubah lebih pekat, lebih “menyapa”, dan lebih mengundang.
Resep Sederhana Bakso Thetelan Rumahan
Bagi yang ingin mencoba sensasi ini di rumah, berikut resepnya:
Bahan Kuah & Thetelan
1. 300–400 g daging sapi bagian sandung lamur/berlemak (thetelan)
- 500 g tulang sapi
- 5 siung bawang putih, memarkan
- 1 sdt lada putih
- Garam & gula secukupnya
- Air 2 liter
Bahan Pelengkap
1. Bakso sapi siap pakai
- Mie kuning atau bihun
- Bawang goreng
- Seledri cincang
- Sambal & kecap sesuai selera
Cara Memasak
- Rebus tulang dan thetelan selama 5 menit, buang airnya agar kuah bersih.
- Rebus kembali dengan 2 liter air, masukkan bawang putih, garam, dan lada.
- Masak dengan api kecil 2–3 jam hingga thetelan empuk dan kuah gurih alami keluar.
- Masukkan bakso sapi menjelang disajikan.
- Hidangkan dengan mie, taburan bawang goreng, dan sambal.
Kuah yang lama dimasak akan menghasilkan aroma pekat yang sangat khas, gurih, hangat, dan memanjakan lidah.
Hidangan sederhana ini membuktikan bahwa kenikmatan bukan soal kemewahan, tapi soal rasa yang tulus. Dan Bakso Thetelan, dengan segala kesederhanaannya, memberikan itu: kehangatan, gurih yang pas, serta sedikit ruang untuk bernapas.