Liput Kericuhan Karnaval Desa Bajulmati, Wartawan VIVA Diteror
- Dovalent Vandeva Derico/VIVA Banyuwangi
Banyuwangi, VIVA Banyuwangi – Pasca pemberitaan kericuhan dalam perayaan hari kemerdekaan karnaval di Desa Bajulmati, Kecamatan Wongsorejo, Kabupaten Banyuwangi, Jawa Timur, Wartawan VIVA mendapatkan teror, pelaku mengaku sebagai panitia dari Desa Bajulmati.
Keributan ini terjadi, saat karnaval Desa Bajulmati yang dirayakan pada hari Minggu, 27 Agustus 2023, antara sekelompok massa yang satu dengan massa yang lain.
Kericuhan pertama, terjadi di saat Start, di Dusun Badolan, Desa Bajulmati, dalam kericuhan tersebut, sempat terjadi aksi saling dorong dan terpaksa dipisahkan oleh aparat keamanan.
Kericuhan kembali terulang, saat peserta berada di Jalan Raya, Jalur Utama Jawa - Bali, di Dusun Galekan, Desa Bajulmati.
Dalam kericuhan tersebut, Kapolsek Wongsorejo, AKP Sudarso, sempat berusaha melerai dan menenangkan massa, namun massa terus melakukan aksi kericuhan.
Ricuh! Karnaval Desa Bajulmati Diwarnai Kericuhan.
- Dovalent Vandeva Derico/VIVA Banyuwangi
"Kami sudah mengingatkan melalui panitia maupun secara langsung kepada peserta, untuk tetap kondusif dan tertib selama kegiatan karnaval berlangsung" tutur AKP Sudarso selaku Kapolsek Wongsorejo saat dihubungi banyuwangi.viva.co.id secara eksklusif.
Pasca pemberitaan tersebut, Wartawan VIVA, Dovalent Vandeva Derico mendapatkan teror dari nomor yang tidak dikenal, yang mengaku sebagai panitia.
Wartawan VIVA mendapatkan teror dari nomor yang tidak dikenal
- Dovalent Vandeva Derico/VIVA Banyuwangi
"Beberapa pesan sudah mulai dihapus, untuk menghilangkan barang bukti, namun sudah saya amankan dengan tangkapan layar, ini akan menjadi bukti untuk dilanjutkan ke ranah hukum" jelas Dovalent.
Dalam teror tersebut, pihak yang mengaku sebagai panitia mengirimkan pesan kepada wartawan viva, yang berisi intimidasi, serta dinilai melecehkan profesi jurnalistik.
Beberapa kalimat - kalimat, dinilai sangat menyudutkan VIVA dalam hal tersebut.
Kepala Desa Bajulmati saat dihubungi banyuwangi.viva.co.id, mengaku tidak mengenal nomor tersebut, bahkan Kades telah memeriksa kontak di ponsel miliknya.
Kades Bajulmati, saat ditemui dirumahnya pada Senin Malam.
- Dovalent Vandeva Derico/VIVA Banyuwangi
"Saya tidak kenal dengan nomor itu, saya tidak tahu itu siapa" ucap Abdul Ghofar.
Kepala Desa menambahkan, berita tersebut merupakan kejadian nyata dan perlu dilakukan evaluasi agar kedepannya tidak terulang kejadian serupa.
Sementara itu, Managing Editor Banyuwangi.viva.co.id, Anton Heri Laksana, menyayangkan adanya intimidasi yang dialami oleh reporter banyuwangi.viva.co.id.