8973 Nama dari Daftar Penerima Bansos di Banyuwangi Dicoret

Ilustrasi uang bansos
Sumber :
  • Pixabay

Banyuwangi, VIVA Banyuwangi – Dinas Sosial dan Pemberdayaan Perempuan dan Keluarga Berencana (Dinsos PPKB) Kabupaten Banyuwangi menghilangkan total 8973 nama yang dianggap tidak layak menjadi penerima bantuan sosial (bansos). 

img_title Warga Situbondo Terima Bantuan Rp7,3 Miliar dari Pemprov Jawa Timur

Jumlah tersebut meliputi daftar penerima bansos di 4 kategori yaitu Program Keluarga Harapan (PKH), Bantuan Pangan Non Tunai (BPNT), Penerima Bantuan Iuran (PBI) Kesehatan, dan Non Bansos periode Januari hingga September 2023 

"Di Banyuwangi terus kita usulkan, setiap bulan kita update," terang Kepala Dinsos PPKB Henik Setyorini kepada Banyuwangi.viva.co.id.

img_title Jangan Beri Uang di Jalan! Dinsos Serang Ajak Warga Dukung Penanganan Anak Jalanan Lewat Jalur Resmi

Sehingga ketika Kementerian Sosial (Kemensos) RI mengadakan penghapusan data penerima bansos secara besar-besaran hingga jutaan penerima, Banyuwangi disebut Henik tak merasakan imbasnya. 

"Jadi untuk pengurangan tidak terasa karena kami selalu update," lanjutnya. 

img_title ITDC Beri Bantuan Korban Banjir di Kota Mataram

Ia meminta operator desa untuk menyeleksi nama calon penerima bansos, sehingga yang tak layak menerima akan dieliminasi, sementara masyarakat yang membutuhkan akan diusulkan sebagai calon penerima pada setiap bulannya. 

Operator desa diminta untuk update setiap bulan karena Dinsos PPKB juga melakukan pembaruan data melalui aplikasi Sistem Kesejahteraan Sosial-Next Generation (SIKS-NG) milik kemensos. 

Hal ini dimaksudkan sebagai upaya tambal sulam, di mana nama-nama yang diusulkan dapat masuk dalam daftar antrean Kemensos RI menggantikan nama-nama yang dikeluarkan. 

"Yang layak diusulkan harus dimusyawarahkan (di tingkat desa), dibuat berita acara kemudian diusulkan ke kemensos, jadi masuk antrean," jelasnya. 

Henik mengurai jumlah nama yang dikeluarkan dari daftar penerima bansos, yaitu pada Januari sebanyak 461 orang dan Maret terdapat 1085 nama yang digugurkan. 

Kemudian pada Mei sebanyak 3250 orang, Juni sebanyak 1970, dilanjutkan 1163 orang pada bulan Juli, sementara Agustus dan September masing-masing 427 dan 617 nama. 

"Karena meninggal dunia, pindah tempat atau layak secara ekonomi," terang Henik soal penyebab nama-nama tersebut dikeluarkan. 

Sementara itu, terdapat sekitar 122 ribu Keluarga Penerima Manfaat (KPM) di Banyuwangi yang menerima bansos setiap bulannya, dengan penerima paling banyak tercatat di Kecamatan Kabat dan Muncar.