Warga Situbondo Terima Bantuan Rp7,3 Miliar dari Pemprov Jawa Timur
- https://www.antaranews.com/berita/5096465/jatim-gelontorkan-bantuan-rp73-miliar-untuk-ribuan-warga-situbondo
Situbondo, VIVA Banyuwangi – Bantuan sosial dan bantuan keuangan khusus dengan total Rp7,3 Miliar diberikan Pemerintah Provinsi (Pemprov) Jawa Timur untuk ribuan warga Kabupaten Situbondo, Jawa Timur.
Disalurkan melalui Dinas Sosial Pemprov Jawa Timur, bantuan ini nantinya akan ditujukan untuk Program Keluarga Harapan (PKH) Plus, bantuan kemiskinan ekstrem, dan bantuan penyandang disabilitas. Selain itu, dana tersebut juga diproyeksikan untuk tali asih pilar-pilar sosial lainnya.
"Kehadiran saya ke Situbondo adalah amanah dari Gubernur Jatim untuk menyalurkan bantuan dari Pemprov Jawa Timur," kata Wakil Gubernur Jawa Timur Emil Elestianto Dardak di Pendopo Kawedanan Besuki Kabupaten Situbondo pada Selasa, 9 September 2025.
Emil juga berharap dengan adanya bantuan ini dapat membuat kondisi ekonomi terus membaik dan mampu mengentaskan kemiskinan di Kabupaten Situbondo.
"Bantuan ini adalah penyangga supaya keluarga penerima manfaat terbantu. Ada beberapa program yang memang dirancang untuk pengentasan kemiskinan salah satunya PKH Plus," jelas Emil seperti dilansir dari ANTARA News.
Dalam kesempatan ini, Bupati Situbondo Yusuf Rio Wahyu Prayogo turut menyampaikan apresiasinya. Ia berterima kasih kepada Pemprow Jawa Timur yang telah memberikan berbagai program bantuan sosial serta melakukan pendampingan untuk ribuan masyarakat Kota Santri itu.
"Dari pemerintah daerah saat ini fokusnya adalah infrastruktur, pendidikan dan peluang kerja, sehingga generasi O terus menurun, nah itu yang akan kami lakukan," ungkap Yusuf.
Namun di sisi lain, Yusuf juga mengimbau kepada masyarakat agar tidak senantiasa mengharapkan bantuan dari pemerintah. Menurutnya, hal itu sama saja dengan menghambat kemandirian.
"Kami selalu menarasikan bahwa bantuan itu tidak menyelesaikan kemiskinan, tapi yang bisa mengentas kemiskinan itu adalah meningkatkan kualitas SDM, pendidikan, kualitas hidup, lingkungan dan pekerjaan dan terutama infrastruktur," imbuh Yusuf.
Kendati demikian, Yusuf tetap akan mengalokasikan bantuan kepada masyarakat sebagai pemenuh kebutuhan keluarga.