Dari Banyuwangi ke Panggung Nasional: Bakriko Hisyam Huda, Co-Director di Balik Video Klip Ungu
- Kreator Visual Indonesia
Music, VIVA Banyuwangi –Kita tentu sangat familiar dengan grup band Ungu yang melegenda pada era 2000-an dengan lagu-lagu hits mereka seperti Demi Waktu, Sejauh Mungkin, Cinta Dalam Hati, dan lainnya. Menyambut bulan Ramadan, Ungu merilis sebuah karya yang berjudul Bulan Baik, yang menampilkan bagaimana kisah perjalanan seorang penggemar Ungu menemui idolanya, Ungu.
Dalam proses produksi kreatifnya, tentu hal ini melibatkan sebuah tim yang mahir di bidangnya. Salah satu di antaranya adalah Rico, pemuda asal Banyuwangi yang berhasil masuk ke dalam industri kreatif yang berkolaborasi dengan artis papan atas.
Bakriko Hisyam Huda yang kerap disapa Rico, memulai proses kreatifnya dari membuat konten video hingga film pendek yang mendapatkan penghargaan Honorable Mention di Underwater Film Festival. Pemuda asal Banyuwangi ini memulai karir profesionalnya dari dipercayai sebagai sutradara sekaligus penulis naskah dari video klip lagu Tak Cukup Satu Kata karya Rizwan Fadilah atau yang kerap disapa Njan.
Kemudian Rico dipercayai sebagai co-director atau asisten sutradara pada video klip Ungu yang berjudul Bulan Baik. Tak lain karena Rico sebelumnya telah berhasil menggarap video klip yang membuat dirinya dipercayai lagi untuk sebuah proyek video klip.
“Kerja dengan band Ungu merupakan salah satu hal yang menyenangkan serta kesempatan yang sangat berharga karena band ini legend”, ujar Rico pada Banyuwangi.viva.co.id, Kamis (27/2/2025).
Storytelling pada video klip Bulan Baik menceritakan tentang seorang penggemar Ungu, atau yang biasa disebut “Cliquers” yang akan menghadiri acara bukber. Dalam perjalanan tersebut, sesosok Cliquers dipaksa menghadapi beberapa rintangan hingga akhirnya saat sampai, ternyata acara tersebut sudah selesai, namun, secara mengejutkan, Ungu menyambut dan menemui dirinya karena kebaikan-kebaikan yang telah ia lakukan.
Tantangan yang dirasakan Rico pada proses produksi video klip adalah waktu yang singkat, dari praproduksi hingga selesai syuting, tim produksi hanya diberi waktu 5 hari saja. Selain itu, ada momen tiba-tiba hujan deras menghampiri di tengah proses syuting, tetapi sebagai bagian dari sutradara, Rico dituntut untuk melakukan problem solving agar proses syuting tetap berjalan lancar.