Pelajar MI Yang Ditemukan Tergantung, Ini Kata Ustadnya
- Dovalent Vandeva Derico/ VIVA Banyuwangi
Banyuwangi, VIVA Banyuwangi – Ustad dari pelajar kelas 5 MI yang ditemukan tewas tergantung di kandang sapi, membuka suara tentang latar belakang kehidupan dan kebiasaan anak berumur 11 tahun tersebut.
Jamal, merupakan seorang Ustad yang mendampingi serta telah menjadi sosok orang tua kedua dari korban (D) pada semasa hidupnya.
Ustad tersebut menceritakan, jika pelajar MI itu mempunyai sebuah rutinitas atau kebiasaan yang selalu dilakukan pada setiap harinya.
“Setiap pagi habis nginep di pondok, langsung ke sekolahan MI, nanti siang setelah dzuhur, ke pondok untuk sholat, nanti pulang, sore dateng lagi, ngaji, dan malemnya nginep terus, nanti subuh bangun, seperti itu selama ini dengan saya” tutur Jamal pada Banyuwangi.viva.co.id.
Jamal mengungkapkan, jika D merupakan seseorang yang aktif, ceria, kreatif dan mudah bergaul dengan anak seumurannya.
Pada masa libur sekolah, biasanya pelajar tersebut akan berkumpul dan bermain bersama teman-teman di lingkungannya.
“Anaknya itu sering main bareng teman-temannya, gampang berbaur, bahkan di dalam pondok pun kalau belum ngantuk bakalan terus bercanda dan bergurau” ucap Ustad saat berada di lokasi kejadian.
Ustad tersebut menambahkan, pelajar kelas 5 MI itu termasuk anak yang patuh dan selalu melaksanakan terhadap semua perintah orang tua keduanya tersebut.
“Jadi main sama temannya itu pernah sampai jam setengah sebelas malam, lalu saya ingatkan untuk tetap bangun saat subuh, dan anaknya bisa” jelas Jamal.
Saat mendengar kabar kejadian D ditemukan tergantung di kandang sapi, jamal mengaku sangat shock dan terpukul mendengar kabar anak asuh yang disayanginya mengalami hal tersebut.
Menurut sang Ustad, tidak ada yang menandakan jika pelajar kelas 5 MI tersebut akan melakukan hal seperti itu.
“Anaknya ceria mas, bahkan kemarin ga ada tanda-tanda apapun seperti sedang ada masalah, atau yang lain-lain itu tidak ada, pada saat 2 hari sebelumnya (Sabtu, 20 Januari 2024), bahkan anaknya pamit ingin mengunjungi RTH sumber kencono” jelas Jamal, Senin, 22 Januari 2024.
Jamal hanya bisa berharap dan menyerahkan semua hal kepada pihak kepolisian, serta mengikhlaskan kepergian korban (D).