Kenali Sindrom Post-Holiday Blues Setelah Libur Panjang dan Cara Mengatasinya
- https://www.pexels.com/photo/photo-of-man-touching-his-head-3752834/
Gaya Hidup, VIVA Banyuwangi –Libur Lebaran yang panjang telah usai. Beberapa dari Anda, mungkin sudah kembali beraktifitas normal seperti biasa. Namun, apakah Anda merasa cemas dan khawatir menjelang kembali beraktifitas? Hal tersebut bisa disebut dengan post-holiday blues di mana energi dan konsentrasi untuk kembali beraktifitas menurun.
Post-Holiday blues tebtunya memiliki beberapa gejala. Akan tetapi, tidak semua orang merasakan gejala yang sama.
Berikut adalah beberapa tanda umum jika Anda terkena post-holiday blues:
- Merasa sulit untuk tidur
- Mudah emosi akan hal kecil
- Merasa cemas menghadapi hari esok untuk beraktifitas kembali
- Kehilangan fokus dan motivasi
- Merasa kesepian
Jika Anda mengalami hal tersebut, berikut adalah beberapa hal yang bisa Anda lakukan
1. Meninggalkan rumah dalam kondisi bersih dan rapih
Hal ini bisa Anda lakukan sebelum berangkat liburan. Atur barang pada tempatnya dan cek kembali tidak ada sampah tertinggal di dalam rumah untuk menghindari bau yang tidak diinginkan. Aktifitas ini dapat membantu mengurangi rasa stress Anda ketika pulang libur panjang. Terbayang, kan, jika pulang liburan, rumah dalam keadaan berantakkan dalam keadaan lelah?
2. Berikan jeda waktu dari liburan untuk beraktifitas
Ada baiknya, Anda memberikan jeda waktu 1-2 hari sebelum beraktifitas kembali setelah melalui libur panjang. Pastikan, Anda mendapatkan istirahat yang cukup saat jeda waktu ini dilakukan. Anda bisa melakukan kegiatan seperti pijat atau pergi ke salon untuk membuat tubuh lebih rileks.
3. Berolahraga Ringan
Anda dapat melakukan kegiatan olahraga ringan seperti yoga atau berjalan kaki baik di dalam atau di sekitar rumah. Dengan melakukan olahraga ringan, tubuh akan menghasilakn hormon Endorfin yang dapat meningkatkan rasa senang dan tenang dalam diri Anda.
4. Buat perencanaan sederhana saat memulai aktifitas pertama kali
Ketika kembali beraktifitas seperti biasa, lakukan secara bertahap. Sebagai contoh, Anda dapat membuat list seperti membuka email terlebih dahulu dan membuat prioritas pekerjaan mana yang harus Anda kerjakan dulu. Berikan waktu untuk pikiran Anda kembali bekerja sesuai dengan ritme sebelumnya.