Tren AI Ala Studio Ghibli: Perdebatan Seni dan Hak Cipta

Tren AI ala Ghibli
Sumber :
  • https://www.pinterest.com/pin/903675481482128554/sent/?invite_code=cddcdeac24434fd08cb331fbfe8b1f5d&sender=1024639490129534394&sfo=1

Teknologi, VIVA BanyuwangiArtificial Intelligence atau yang kita kenal dengan AI akhir-akhir ini menuai kontroversi terkait pembuatan ilustrasi digital yang mirip dengan Studio Ghibli. AI adalah kecerdasan buatan yang telah mengadopsi teknologi deep learning atau sebuah algoritma terhadap pengenalan gambar, suara, pola bahasa manusia, dan berbagai gaya, tekstur, serta komposisi sebelum akhirnya menghasilkan gambar yang sesuai dengan permintaan.

img_title Mobil Amphibi Roda 4: Kendaraan Dual-Fungsi Darat dan Air

Studio Ghibli merupakan studio yang memproduksi animasi yang didirikan pada tahun 1985 di Jepang oleh Hayao Miyazaki,Isao Takahata, dan Toshio Suzuki. Meningkatnya minat masyarakat bermula dari film Studio Ghibli yang berjudul “Spirited Away” yang memenangkan kategori Film Animasi Terbaik di Academy Awards ke-75. Hal ini, menjadikannya satu-satunya film animasi gambar tangan yang tidak menggunakan Bahasa Inggris.

Ramainya pengguna media sosial yang mengikuti tren mengubah foto ala Studio Ghibli melalui AI menyebabkan perdebatan. Beredar kembali pandangan Hayao Miyazaki terkait fitur AI yang digunakan di kalangan seniman.

img_title Mengupas Mobil Listrik Pintar Berteknologi AI dan Sistem Navigasi Otonom

Pada dokumenter “Never Ending Man” tahun 2016, Miyazaki mengungkapkan pandangannya terkait AI yang saat itu juga mengomentari presentator yang melibatkan AI dalam karyanya, “But, i see my friend who has a disability. It's so hard for him just to do high five. I would never wish to incorporate this technology into my work at all. This is an example of fast movement that we had the model learn. It's moving by using head.

It Doesn't feel any pain, and has no concept of protecting its head. I strongly feel that this is an insult to life it self. I feel like we are nearingto the end of times. We humans are losing faith in ourselves.” Menurut Miyazaki, karya zombi yang dibuat presentator menggunakan kecerdasan buatan itu merupakan penghinaan terhadap kehidupan itu sendiri.

img_title Keunggulan Fitur Connected-Car IoT Sedan Mewah Terbaru

Lebih lanjut, ia berpandangan bahwa kita sedang mendekati akhir zaman. Kita manusia kehilangan kepercayaan pada diri kita sendiri.

Tim kontra terhadap tren ini, mengaitkan pandangan Miyazaki terhadap Hak Kekayaan Intelektual (HAKI). Basu & Dutt dalam tulisannya “AI-Generated Art: A Challenge to Creative Integrity?” berpandangan” Kekhawatiran utama dalam kehadiran seni yang dihasilkan AI adalah penggunaan kumpulan data gambar yang besar berisi karya berhak cipta yang digunakan tanpa persetujuan dari penciptanya dalam melatih model ini, mengarah pada tuduhan pelanggaran hak cipta.

Halaman Selanjutnya
img_title