ST2.0, Program Inovasi Pacu Penurunan Stunting di Wongsorejo

Kegiatan ST2.0
Sumber :
  • Dok. ST2.0

Banyuwangi, VIVA Banyuwangi – Angka stunting yang masih menjadi tantangan kesehatan masyarakat di wilayah Wongsorejo mendorong lahirnya inovasi bertajuk "Stop Stunting to Zero" (ST2.0). 

img_title Budaya Literasi Mahasiswa dan Misi Mengampanyekan Banyuwangi

Yosi Rizky Rinda purnama, Tim Inovator ST2.0 menjelaskan, data yang dihimpun dari ppgbm menunjukkan adanya tren penurunan kasus stunting di wilayah Wongsorejo, Pada tahun 2022 tercatat 358 kasus stunting, yang kemudian menurun menjadi 298 kasus pada tahun 2024. 

Tantangan lain seperti tingginya angka Ibu Hamil Kurang Energi Kronis (KEK), tercatat 37 kasus di 2020 dan turun menjadi 27 kasus di 2024.

img_title Dari Kesepahaman Menuju Kolaborasi Nyata

Cakupan ASI eksklusif yang belum optimal, 75% di 2020 dan 74,6% di 2021, serta permasalahan anemia pada remaja putri dan kerusakan gigi susu pada balita, turut menjadi fokus perhatian inovasi ST2.0.

Yosi, Tim Inovator ST2.0

Photo :
  • Dovalent Vandeva Derico/ VIVA Banyuwangi

img_title Mencontoh Parkir Rapi untuk Banyuwangi

“Selain itu, latar belakang lahirnya ST 2.0, Belum optimalnya pemanfaatan dana desa dan kontribusi Corporate Social Responsibility (CSR), penggunaan bahan pangan lokal yang terbatas dalam Pemberian Makanan Tambahan (PMT), kurangnya pelatihan dan edukasi yang masif, belum adanya pemberdayaan masyarakat yang terstruktur untuk penguatan ketahanan pangan keluarga, serta minimnya akses pemeriksaan komprehensif dan rujukan ke dokter spesialis terkait masalah gizi” tutur Yosi dalam pemaparannya, Kamis, 15 Mei 2025.

Diketahui, Tujuan utama dari ST2.0 adalah meningkatkan pelayanan dan memberdayakan masyarakat secara kolektif dalam menangani permasalahan gizi, khususnya stunting, di wilayah kerja Puskesmas Wongsorejo.

Inovasi ini menargetkan sejumlah outcome, termasuk penurunan angka stunting hingga 18%, kontribusi terhadap pengentasan kemiskinan sebesar 5%, terwujudnya ketahanan pangan 100%, peningkatan kesehatan dan kesejahteraan masyarakat secara keseluruhan, pertumbuhan ekonomi yang inklusif, serta peningkatan konsumsi dan produksi makanan bergizi.

Untuk mencapai target tersebut, ST2.0 bertumpu pada lima pilar inovasi utama:

1. Penguatan Ketahanan Pangan di Desa Mendorong pemanfaatan sumber daya lokal untuk memenuhi kebutuhan gizi masyarakat.

2. Optimalisasi Upaya Pencegahan dan Penanganan Stunting Sedini Mungkin

3. Upaya Kolaborasi dengan Dokter Spesialis untuk konsultasi dan penanganan masalah gizi

4. Penguatan Kolaborasi Lintas Sektor: Melibatkan pemerintah desa, CSR, organisasi masyarakat, dan pihak terkait lainnya.

5. Pemanfaatan Pekarangan Rumah: Mendorong masyarakat untuk memanfaatkan lahan sekitar rumah sebagai sumber pangan bergizi.

Halaman Selanjutnya
img_title