Mencontoh Parkir Rapi untuk Banyuwangi

Dekan Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik Universitas 17 Agustus 1945 Banyuwangi.
Sumber :
  • Dovalent Vandeva Derico/ VIVA Banyuwangi

Banyuwangi, VIVA Banyuwangi -  (Catatan Bagian 1 dari Perjalanan FISIP Untag Banyuwangi ke Malaysia)

img_title Budaya Literasi Mahasiswa dan Misi Mengampanyekan Banyuwangi

Oleh: Dr. Hary Priyanto*

Sekitar tiga bulan lalu, saya menemui Ketua Perkumpulan Gema Pendidikan Nasional 17 Agustus 1945 Banyuwangi (Perpenas 1945 Banyuwangi), Yunita Iliana, yang akrab saya sapa Mbak Ketua Yunita, bersama sekretarisnya, Devira Pusparani.

img_title Dari Kesepahaman Menuju Kolaborasi Nyata

Dalam pertemuan tersebut, saya menyampaikan tindak lanjut atas arahan Sugihartoyo, atau yang akrab disapa Mas Gik, selaku Ketua Perpenas 1945 Banyuwangi sebelumnya. Pada pertemuan akhir 2025, saya diminta menjajaki kerja sama dengan perguruan tinggi luar negeri. Arahan itu didasari pandangan bahwa membangun jejaring akademik internasional merupakan kebutuhan strategis bagi Untag 1945 Banyuwangi.

Bagi keluarga besar Untag 1945 Banyuwangi, kolaborasi internasional bukan sekadar upaya memperluas hubungan kelembagaan, melainkan bagian dari strategi meningkatkan kualitas tata kelola, daya saing, dan reputasi perguruan tinggi, sekaligus ikhtiar menuju akreditasi Unggul.

img_title Menjelajahi Dunia Virtual Lewat Game VR

Eksistensi Untag 1945 Banyuwangi tidak boleh berhenti pada lingkup dalam negeri. Perguruan tinggi ini perlu membangun ekosistem akademik global agar para dosen memiliki wawasan internasional, kapasitas riset yang kompetitif, serta produktivitas publikasi ilmiah yang diakui secara global.

Dalam konteks tersebut, dosen menjadi aktor penting dalam menghidupkan kerja sama. Kesepakatan di tingkat pimpinan perguruan tinggi memang diperlukan, tetapi keberhasilannya sangat ditentukan oleh keterlibatan sivitas akademika melalui kegiatan nyata, seperti riset kolaboratif, pertukaran pengetahuan, publikasi bersama, dan pengembangan kompetensi mahasiswa.

Merajut Jejaring dengan Universiti Utara Malaysia

Dalam pertemuan dengan pimpinan Perpenas 1945 Banyuwangi, saya melaporkan perkembangan komunikasi dengan sejumlah perguruan tinggi di Malaysia, Thailand, Timor-Leste, dan Australia. Laporan tersebut mencakup narahubung, target kerja sama, serta berbagai kebutuhan untuk merealisasikan kolaborasi.

Setelah mempertimbangkan berbagai aspek, Mbak Ketua Yunita memilih penjajakan kerja sama dengan perguruan tinggi di Malaysia.

Tentu, saya tidak menjalankan tugas tersebut seorang diri. Saya meyakini bahwa kerja tim lebih efektif dalam mencapai tujuan. Pendekatan serupa pernah saya terapkan ketika mempersiapkan akreditasi FISIP Untag 1945 Banyuwangi hingga berhasil meningkatkan peringkat dari Baik menjadi Baik Sekali.

Karena agenda ini berkaitan langsung dengan pengembangan akademik, saya menugaskan Ketua Program Studi, Dr. Erna Agustina, sebagai narahubung. Latar belakang pendidikan doktoralnya dari Universitas Brawijaya, serta pengalamannya di berbagai organisasi profesi, menjadi modal penting dalam menjalankan peran tersebut.

Halaman Selanjutnya
img_title