Bromo Terbakar Lagi! Petugas dan Warga Tengger Berjibaku Padamkan Api

Bromo Terbakar Lagi! Petugas Berjibaku Padamkan Api
Sumber :
  • Reconstantine Jeneva Carravello/ VIVA Banyuwangi

Pasuruan, VIVA Banyuwangi –Sebuah peristiwa kebakaran hutan dan lahan kembali mengguncang kawasan Gunung Bromo, tepatnya di wilayah Bukit Kingkong, Kabupaten Pasuruan, Jawa Timur.

img_title Saat Bromo Kembali Ramai, Polres Probolinggo Ingatkan Bahaya Kecil yang Bisa Picu Kebakaran

Peristiwa yang terjadi sejak Rabu malam hingga Kamis pagi ini telah menghanguskan lahan seluas kurang lebih 5 hektar di dalam kawasan Taman Nasional Bromo Tengger Semeru (TNBTS).

"Api berkobar sangat cepat akibat angin kencang dan kondisi lahan yang kering," ujar Kapolsek Tosari, AKP Dedy Suryo Cahyono.

img_title Api Bromo Makin Membesar di Hari Ketiga, Tim Sempat Terjebak dan Semua Pintu Wisata Ditutup

Petugas gabungan dari TNI, Polri, dan warga Tengger langsung bergerak cepat untuk melakukan pemadaman.

Medan yang Sulit dan Cuaca Ekstrem

img_title Bromo Kembali Berasap, 17 Kali Water Bombing Diguyurkan ke Titik Api

Upaya pemadaman api menghadapi sejumlah tantangan.

Selain medan yang terjal dan sulit dijangkau, angin kencang juga terus mendorong api menjalar ke area yang lebih luas.

"Kami sempat kewalahan karena api terus membesar dan sulit dikendalikan," tambah Dedy.

Penyebab Kebakaran

Kapolsek Tosari, AKP Dedy Suryo

Photo :
  • Reconstantine Jeneva Carravello/ VIVA Banyuwangi

Diduga, kebakaran ini dipicu oleh faktor alam seperti cuaca panas dan kering yang memicu tumbuhan kering mudah terbakar.

"Kondisi cuaca yang ekstrem dan banyaknya ranting pohon kering menjadi faktor utama penyebab kebakaran," jelas Dedy.

Dampak Kebakaran

Kebakaran ini menyebabkan kerusakan yang cukup parah pada ekosistem di kawasan Bukit Kingkong.

Selain itu, peristiwa ini juga berpotensi mengganggu aktivitas wisata di Gunung Bromo.

Namun, beruntung tidak ada korban jiwa dalam peristiwa ini.

Imbauan Kepada Wisatawan dan Masyarakat

Menyikapi peristiwa ini, pihak berwenang mengimbau kepada seluruh wisatawan dan masyarakat sekitar untuk tidak melakukan kegiatan yang berpotensi menimbulkan kebakaran, seperti membuang puntung rokok sembarangan atau menyalakan api unggun di kawasan hutan.

"Kami berharap kejadian seperti ini tidak terulang kembali," tegas Dedy.