Mentan Dinobatkan Jadi Bapak Swasembada Pangan Usai RI Surplus Beras!

PERTETA nobatkan Mentan Amran sebagai Bapak Swasembada Pangan 2025.
Sumber :
  • https://www.pertanian.go.id/?show=news&act=view&id=7295

Makassar, VIVA BanyuwangiKeberhasilan Indonesia mencapai surplus beras pada tahun 2025 mendapat apresiasi dari Perhimpunan Teknik Pertanian Indonesia (PERTETA).

img_title Dukung Swasembada Pangan, Kemendag Terbitkan Regulasi Baru Pembatasan Impor Pertanian

Atas capaian tersebut, organisasi profesi tersebut resmi menganugerahkan gelar Bapak Swasembada Pangan Nasional kepada Menteri Pertanian (Mentan) Andi Amran Sulaiman.

Penghargaan diserahkan Ketua Umum PERTETA, Desrial, dalam Seminar dan Kongres Nasional PERTETA 2025 bertema “Inovasi Teknologi Pertanian untuk Mewujudkan Pertanian Cerdas dan Berkelanjutan di Era Digital” di Makassar. Sabtu, 15 November 2025.

img_title Penuhi Aspirasi, Mentan Amran Berikan Solusi Konkret untuk Pertanian Sabang dan Batam!

Desrial menyebut surplus beras sekitar 4 juta ton pada tahun ini menjadi bukti nyata keberhasilan transformasi pangan nasional di bawah kepemimpinan Mentan Amran.

“Tahun lalu kita masih impor beras. Alhamdulillah tahun ini kita diproyeksi justru surplus sekitar 4 juta ton. Karena itu, kami sepakat memberikan penghargaan sebagai Bapak Swasembada Pangan Nasional,” ujar Desrial.

img_title Mentan Amran Terima Gelar Adat Tertinggi Selayar, Ini Makna Khususnya

Dalam sambutannya, Mentan Amran menyampaikan terima kasih kepada PERTETA dan komunitas teknik pertanian Indonesia.

Mentan menegaskan penghargaan tersebut merupakan hasil kerja kolektif petani, penyuluh, akademisi, dan masyarakat yang berperan dalam menjaga ketahanan pangan.

Amran menjelaskan bahwa selain fokus pada peningkatan produksi, pemerintah kini mempercepat program hilirisasi komoditas pertanian. Hilirisasi dinilai penting untuk menciptakan nilai tambah dan memperkuat ekonomi kerakyatan.

“Kita akan hilirisasi semua sumber daya pertanian. Anggaran Rp371 triliun kita optimalkan. Ambil contoh kelapa, dijual hanya seribu rupiah per butir. Jika diolah menjadi VCO atau coconut milk, nilainya naik berkali-kali lipat,” tegas Amran, seperti yang dilansir pada laman Kementan RI.

Andi Amran Sulaiman menambahkan ekspor kelapa dan turunannya telah mencapai Rp24 triliun, dan berpotensi meningkat signifikan jika pengolahan dilakukan secara menyeluruh.

Diharapkan, hilirisasi dapat menciptakan jutaan lapangan kerja baru di pedesaan.

Amran menyerukan PERTETA untuk mengambil peran lebih besar dalam mengembangkan inovasi teknologi pertanian, terutama dalam mendukung hilirisasi. 

“Jangan meneliti hanya mengikuti ego akademik. Telitilah sesuai kebutuhan rakyat. Kita butuh inovasi, bukan sekadar diskusi,” tandas Mentan Amran.

Kementan juga meminta PERTETA untuk mulai memproduksi prototipe alat pertanian, seperti alat tanam murah, teknologi pengolahan hasil, drone pertanian, hingga traktor amfibi untuk lahan rawa.

Halaman Selanjutnya
img_title