DPRD Kawal Program Pemkab Pasuruan Agar Tepat Sasaran
- foto: robert/viva Banyuwangi
Pasuruan, VIVA Banyuwangi – Pemotongan dana transfer ke daerah ( TKD ) yang merupakan kebijakan pemerintah pusat. Berdampak langsung pada sebagian besar daerah yang selama ini masih mengandalkan dana tersebut sebagai sumber pembiayaan utama di berbagai program pembangunan prioritas.
Pengurangan TKD juga di alami Kabupaten Pasuruan, dimana pada tahun anggaran 2026 dana TKD yang di terima di pangkas lumayan besar. Berdasarkan surat Dirjen Perimbangan Keuangan, Kementerian Keuangan Nomor S-62/PK/2025, yang menyebutkan TKD Kabupaten Pasuruan untuk 2026 turun sebesar 24,66 persen. Dari semula Rp.2,7 triliun menjadi Rp.2,147 triliun.
Menyikapi hal tersebut, agar program pembangunan di Kabupaten Pasuruan tidak terdampak. Maka di butuhkan kemandirian fiskal daerah dengan mengoptimalkan potensi ekonomi lokal. Seperti Pengembangan sektor pariwisata, pertanian, industri kreatif, serta optimalisasi pajak dan retribusi daerah.
Ketua DPRD Kabupaten Pasuruan Samsul Hidayat saat di konfirmasi pada Senin (24/11/2025). Mengatakan bahwa ia berharap pemotongan dana transfer ke daerah tidak mengganggu pelayanan publik. Politisi asal PKB tersebut menambahkan, jika keterbatasan fiskal tidak boleh mengurangi komitmen Pemkab Pasuruan dalam memastikan warga nya mendapatkan layanan dasar yang berkualitas. Mulai dari pendidikan, kesehatan, hingga infrastruktur yang mendukung aktivitas sosial dan ekonomi warga.
Dirinya juga menekankan pentingnya seluruh program dan kebijakan, tidak boleh melenceng dari RKPD Kabupaten Pasuruan Tahun 2026. Sehingga arah pembangunan daerah dapat memenuhi target, tepat sasaran sesuai dengan yang disepakati bersama. Optimalisasi anggaran, efisiensi program, serta peningkatan kinerja perangkat daerah menjadi kunci dalam menghadapi dinamika fiskal ini.
“DPRD Kabupaten Pasuruan akan terus mengawal proses penganggaran dan pelaksanaan program, agar pembangunan tetap berjalan. Sekalipun dalam kondisi fiskal yang berkurang, demi kesejahteraan masyarakat Kabupaten Pasuruan”, ujarnya.