Jatah Phonska Petani Wongsorejo di e-RDKK Masih Ada tapi di Kios Kosong, ada apa?

Ilustrasi petani bersama pupuk phonska di sawah
Sumber :
  • Istimewa

Banyuwangi, VIVA Banyuwangi –Beragam cara dilakukan petani di Kecamatan Wongsorejo saat kesulitan mendapatkan pupuk bersubsidi saat memasuki musim tanam. Mulai mendatangi kios penyalur resmi hingga curahan hati (Curhat) petugas Penyuluhan Pertanian Lapangan (PPL) ke rumahnya. 

img_title Bau Menyengat Limbah SPPG Bajulmati Resahkan Warga Wongsorejo

Seperti yang dilakukan Dimas, ketua kelompok tani Cahaya Rizki di Desa Alasrejo, Kecamatan Wongsorejo, Kabupaten Banyuwangi, Jawa Timur. Rabu, 26 November 2025. 

Dimas nekat mendatangi rumah pribadi koordinator Balai Penyuluhan Pertanian (BPP) Kecamatan Wongsorejo, Wiji Santoso untuk curhat. 

img_title Best Goal Keeper Nuswantara Cup U12 2026 Disabet Line Up Diklat Persema Malang, Dastant!

Sejak memasuki musim tanam, keluhan kelangkaan pupuk di Wilayah Kecamatan Wongsorejo cukup masif terjadi pada hampir seluruh petani. 

“Seluruh anggota kelompok tani saya hampir semuanya mengeluh terkait adanya kelangkaan pupuk di kios penyalur pupuk bersubsidi,” ujar Ketua Kelompok Tani Cahaya Rizki di Desa Alasrejo, Dimas. 

img_title Inilah Nama Anggota DPRD di Jatim yang Positif Narkoba Jenis Sabu & Ekstasi

Sebagian besar dari petani tersebut mengaku seharusnya masih memiliki persediaan pupuk bersubsidi di kios-kios penyalur. 

Namun saat dilakukan upaya penebusan, petani justru harus pulang dengan tangan hampa karena pupuk bersubsidi yang menjadi jatahnya sudah tidak ada lagi di kios. 

“Mereka (anggota kelompok tani) berfikir seharusnya kan masih ada karena berdasarkan e-RDKK belum ditebus semua. Karena sudah tidak ada, munculnya asumsi dari mereka (anggota kelompok tani) bahwa pupuk jatah mereka telah disalahgunakan,” kata Dimas pada VIVA News. 

Terkait banyaknya keluhan tersebut, Dimas berusaha melakukan beragam opsi namun belum bisa menjadi solusi yang terbaik untuk para petani yang menjadi anggotanya. 

“Karena saya sudah pusing tidak menemukan solusi dan jawaban saat anggota tanya ke saya, yaa kesinilah (rumah pribadi koordinator BPP). Saya berharap ada jawaban untuk anggota saya,” harap Dimas. 

Dalam kesempatan yang sama, koordinator BPP wilayah Wongsorejo Wiji Santoso mengakui adanya keresahan petani tersebut. 

“Sebenarnya bukan pupuknya yang langka karena semua distribusi pupuk dari distributor berjalan normal. Jadi tidak ada kelangkaan pupuk,” jelas koordinator BPP Wongsorejo, Wiji Santoso pada VIVA News 

Untuk distribusi pupuk bersubsidi jenis phonska ke seluruh kios hingga menjelang akhir tahun 2025 sudah tersalurkan 58 persen. 

Halaman Selanjutnya
img_title