Mengenal Pasar Beringharjo Malioboro, Pusat Ekonomi Jogja
- https://www.instagram.com/p/Bl93tMQg1dJ/?igsh=MWttY2lva3BrcGZ5NA==
Wisata, VIVA Banyuwangi – Pasar Beringharjo Malioboro merupakan pusat perekonomian masyarakat di Jogja yang sudah ada sejak masa pemerintahan Sultan Hamengku Buwono I hingga saat ini. Beringharjo sebelumnya bernama Pasar Gedhe, bangunannya juga masih sangat sederhana dan darurat.
Sedangkan saat ini, Beringharjo tidak hanya menjadi sarana jual beli, namun juga memiliki daya tarik bagi turis lokal hingga mancanegara. Apalagi lokasinya berada di Malioboro yang menjadi destinasi utama Yogyakarta.
Mengenal Pasar Beringharjo Malioboro
Jika melihat dari sejarah Pasar Beringharjo, nama ini berasal dari kata ‘bring’ dan ‘harjo, sebab dulu dibangun di hutan beringin. Nama Beringharjo ini mulai digunakan pada saat pemerintahan Sultan Hamengku Buwono VIII.
Pembangunannya bersamaan dengan pembangunan Keraton Ngayogyakarta Hadiningrat. Tidak hanya sebagai pusat perekonomian masyarakat, pasar merupakan salah satu komponen utama pembangunan ibukota tradisional Jawa saat itu selain alun-alun, masjid, dan keraton.
Desain pasar beringharjo secara umum terbagi menjadi bagian barat dan timur, dipisahkan jalan tembus yang menghubungkan dua jalan. Terdapat deretan kios di kanan dan kiri gerbang, juga deretan los masing-masing 2 bangunan di sisi utara dan selatan.
Produk di Pasar Beringharjo Malioboro
Pasar Beringharjo Jogja menyediakan berbagai macam produk, baik keperluan sehari-hari hingga berbagai souvenir. Ada banyak pilihan souvenir di pusat belanja ini, seperti kerajinan tangan tas rotan, dekorasi rumah, dan banyak lainnya.
Tidak hanya itu saja, tersedia berbagai motif kain batik di pusat belanja ini, lebih tepatnya di los bagian barat sebelah utara. Ada banyak pakaian batik dengan berbagai model maupun ukuran di sebelah barat.
Tidak hanya kain dan pakaian batik Beringharjo, pengunjung juga bisa mencari pakaian modern, sepatu, tas, kerudung atau jilbab, mukena, dan banyak lagi lainnya. Tersedia juga oleh-oleh khas Yogyakarta, termasuk berbagai aneka rempah maupun bahan jamu.
Terakhir adalah kuliner dengan sajian makanan khas Yogyakarta yang banyak diminati masyarakat sekitar maupun turis lokal dan asing. Beberapa sajian kuliner yang tersedia seperti gudeg, nasi kucing, jajan pasar, dan minuman tradisional.